Bulog Cetak Sejarah, Stok Beras Capai Lebih dari 5 Juta Ton
Muliadi Gani April 24, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Perum Bulog kembali mencatatkan capaian penting dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional.

Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, total stok beras yang dikelola BULOG berhasil menembus angka lebih dari 5 juta ton.

Pencapaian ini dinilai sebagai tonggak bersejarah yang memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika global.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han, menyampaikan capaian tersebut saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Filial BULOG Cabang Karawang.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti konkret kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah per Kamis tanggal 23 April 2026, stok beras yang ada di gudang BULOG menembus angka 5.000.198 ton.

Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.

Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.

Baca juga: Impor 1.000 Ton Beras Khusus hingga 580.000 Ekor Ayam dari AS  Disetujui Indonesia 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang melihat langsung kondisi gudang dengan tumpukan beras yang tersimpan dalam jumlah besar memberikan apresiasi atas kinerja BULOG.

Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran yang terlibat dalam pengelolaan dan distribusi pangan nasional.

“Terima kasih Pak Dirut BULOG dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pada pagi ini,” kata Amran saat berada di lokasi sidak.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Budi Sultika, memastikan bahwa kondisi stok di daerah juga berada dalam posisi aman.

Ia menyebutkan bahwa ketersediaan beras di Aceh saat ini mencapai sekitar 65.000 ton, yang dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk wilayah Aceh, stok beras yang kami kelola saat ini mencapai sekitar 65.000 ton.

Jumlah ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh serta mendukung berbagai program intervensi pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras,” ujarnya.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Aceh Jaya Naik, Petani Sambut Positif di Tengah Fluktuasi Pasar

Capaian besar ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga peningkatan infrastruktur pergudangan yang semakin modern dan tersebar luas di berbagai daerah.

Dengan stok yang semakin kuat, BULOG tidak hanya berfungsi sebagai stabilisator harga dan pasokan, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional.

Cadangan ini berperan penting dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program bantuan pangan pemerintah.

Ke depan, BULOG menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis tersebut melalui sinergi dengan petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan fondasi yang semakin kokoh, BULOG optimistis langkah menuju kemandirian dan kedaulatan pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Tolak Bantuan Beras Diaspora Aceh di Malaysia, Indonesia Sudah Swasembada

Baca juga: Kementan dan TNI Percepat Distribusi Bantuan Beras ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Baca juga: Polresta Banda Aceh dan Bulog Sidak Pasar, Tidak Ditemukan Beras Oplosan

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.