Bank Indonesia Babel Sosialisasikan QRIS Cross Border Sambut Penerbangan Singapura-Belitung
Hendra April 24, 2026 05:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BI Babel) menggelar sosialisasi transaksi antarnegara kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung di Gedung Serbaguna Ishak Zainudin, Pemkab Belitung, pada Jumat (24/4/2026).

Sosialisasi ini memperkenalkan QRIS Cross Border sebagai langkah persiapan menyambut penerbangan internasional rute Singapura–Belitung yang dijadwalkan mulai 3 Mei 2026.

Deputi Kepala Perwakilan SPMIPUR BI Babel, Farid Tamsil, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi kedatangan wisatawan mancanegara.

“Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung dalam rangka memperkenalkan QRIS Cross Border,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran penerbangan langsung dari Singapura ke Belitung menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata daerah.

Oleh sebab itu, layanan QRIS Cross Border diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung.

Dalam kegiatan tersebut, BI Babel mengundang berbagai pihak, mulai dari perbankan, general manager hotel, pelaku restoran hingga UMKM.

Hal ini bertujuan agar seluruh pelaku usaha memahami penggunaan QRIS Cross Border dan siap mengimplementasikannya di masing-masing merchant.

“Sehingga saat wisatawan mancanegara datang ke sini, mereka sudah siap menggunakan QRIS di masing-masing merchant, baik UMKM, hotel maupun restoran,” jelasnya.

Farid menjelaskan, melalui QRIS Cross Border, wisatawan asal Singapura dapat langsung bertransaksi hanya dengan memindai barcode QRIS.

Selain itu, pelaku usaha juga tidak perlu repot menghitung kurs mata uang saat melayani wisatawan.

“Misalnya membeli barang kerajinan seharga Rp10 ribu atau Rp100 ribu, maka nominal di aplikasi mereka akan otomatis terkonversi sesuai kurs pada hari itu,” ungkapnya.

Terkait implementasi di Bangka Belitung, Farid menyebut QRIS Cross Border saat ini telah diterapkan pada sejumlah usaha besar, namun untuk kesiapan UMKM masih terus didorong.

“Pada dasarnya QRIS yang sudah ada itu bisa digunakan untuk bertransaksi melalui semua bank, bahkan juga melalui penyedia jasa pembayaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa implementasi QRIS Cross Border telah lebih dulu berjalan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

“Jadi saat masyarakat Indonesia datang ke Singapura atau Malaysia, mereka sudah bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di negara tersebut,” katanya.

Dukungan Pelaku Pariwisata dan UMKM
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Belitung, Paryanta, dalam sambutannya menambahkan penerapan kanal pembayaran non-tunai ini sangat krusial dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan wisatawan.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk percepatan digitalisasi di area publik, khususnya Bandara H. AS Hanandjoeddin Belitung untuk mendukung ekosistem pembayaran modern.

"Untuk itu, melalui perannya para pelaku wisata diharapkan juga menjadi edukator dan fasilitator bagi para wisatawan mancanegara mengenai implementasi sistem pembayaran non-tunai ini," kata Paryanta.

Selain itu, keterlibatan pelaku UMKM Kabupaten Belitung terhadap penggunaan transaksi non-tunai juga harus terus diupayakan.

Sebab pemanfaatannya memang terbukti memberikan rasa aman, nyaman, dan efisien, serta membuka dan memperluas akses pasar UMKM hingga ke pasar Singapura, Malaysia, dan Thailand.

"Mengingat pentingnya tujuan dari sosialisasi ini, saya mengajak seluruh peserta untuk menyimak dengan baik, sehingga informasi yang diperoleh dapat diimplementasikan secara berkelanjutan," katanya.

 (posbelitung.co/dede suhendar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.