PSEL di Kota Pekalongan Siap Dibangun, Perkuat Kolaborasi Regional
deni setiawan April 24, 2026 06:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Kota Pekalongan semakin menguat.

Pemkot Pekalongan bersama tiga daerah di Pekalongan Raya menyatakan kesiapan untuk merealisasikan proyek pengolahan sampah berbasis energi tersebut, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas daerah sebagai fondasi utama pelaksanaannya.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan bahwa langkah konkret telah ditempuh dengan menyerahkan surat kesiapan pembangunan PSEL kepada Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam audiensi di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Aaf, seluruh tahapan awal telah dipersiapkan secara matang.

Mulai dari penentuan lokasi pembangunan di Kota Pekalongan, hingga kesepakatan kerja sama antar daerah yang melibatkan Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang.

Baca juga: Wali Kota Pekalongan Lantik Pengurus Dekopinda 2026-2030, Aaf: Saatnya Koperasi Bangkit

• RSUD Kraton Boyongan Akhir Desember 2026, Pindah ke Wiradesa Pekalongan

"Secara prinsip kami sudah siap. Lokasi sudah ditentukan, kerja sama juga sudah terbangun."

"Tinggal menunggu dorongan dari pemerintah provinsi untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut," ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Dia menjelaskan, sebelum masuk tahap final, Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan.

"Saya berharap, proses tersebut dapat berjalan lancar agar proyek strategis ini segera direalisasikan," ucapnya.

Pembangunan PSEL dinilai menjadi solusi penting dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di Pekalongan Raya.

Dengan sistem pengolahan modern, sampah tidak hanya ditangani, tetapi juga dimanfaatkan menjadi energi listrik.

"Ini bukan sekadar tempat pembuangan, tetapi pengolahan sampah terintegrasi. Targetnya, sampah yang masuk hari ini bisa selesai di hari yang sama," tegas Aaf.

Saat ini, penanganan sampah di Kota Pekalongan baru mencapai sekira 50 persen.

Oleh karena itu, keberadaan PSEL diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sekaligus mengurangi penumpukan sampah secara signifikan.

Aaf menambahkan, kolaborasi empat daerah menjadi faktor krusial mengingat kebutuhan minimal operasional PSEL mencapai sekira 1.000 ton sampah per hari.

Dengan sinergi tersebut, pasokan sampah dapat terpenuhi dan operasional fasilitas berjalan optimal.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq menyambut baik inisiatif yang dilakukan Pekalongan Raya.

Dia menilai, langkah tersebut sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah menjadi energi.

"Ini langkah besar, yang harus dipersiapkan dengan matang sejak awal. Usulan ini nantinya akan kami ajukan kepada Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.

Meski demikian, Hanif menekankan pentingnya penerapan sistem pemilahan sampah dari hulu di masing-masing daerah sebagai kunci keberhasilan pengelolaan yang berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.