TRIBUN-MEDAN.com - Inilah kronologi pria dilecehkan sesama jenis di KRL.
Sikap satpam bikin korban bak pelaku disorot warganet.
Awalnya viral di media sosial seorang pria mengamuk di dalam KRL arah Bogor pada Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Polda Sumut Dikabarkan Tangkap 8 Orang Terlibat Narkoba, Dua di Antaranya Diduga Anak Sekolah
Ia marah lantaran dilecehkan oleh sesama jenis.
Tak terima mendapatkan pelecehan dari seorang pria di KRL, pria tersebut langsung meneriaki terduga pelaku.
Dalam video yang diunggah akun Instagram dramakrlcommuterline, korban menantang pelaku untuk berkelahi.
Baca juga: RUMAH Kades Dilempar Bom Molotov, Mobil Sempat Terbakar, Pelaku Kabur Pakai Sepeda Listrik
Ia menunjuk-nunjuk seorang pria berkemeja biru di hadapannya.
Dituduh melecehkan sesama jenis, terduga pelaku membantahnya.
"Turun lo, turun! dia ngelecehin gue," teriak korban.
"Enggak bang, enggak bang," imbuh terduga pelaku.
Suasana di dalam KRL sontak berubah tegang.
Penumpang KRL lainnya ramai menggerubuti korban dan terduga pelaku.
Lalu satpam KRL sigap melerai perkelahian antara korban dan terduga pelaku.
"Udah turun, mana satu lagi, diem, ikut gue," ujar satpam.
"Dia ngelecehin gue," kata korban.
Baca juga: Daftar 8 Polsek yang Berubah Nama di Simalungun beserta Pejabatnya
"Ya udah diem!" teriak satpam lagi.
Saat pintu kereta dibuka, satpam langsung menarik leher korban.
Ia juga menarik pakaian terduga pelaku.
Di momen itulah korban langsung menendang terduga pelaku.
Emosi korban tampaknya sudah memuncak karena tak terima dilecehkan.
Melihat hal tersebut, satpam langsung memegangi leher korban lalu mendekapnya.
Baca juga: 44 Warga Binaan Beresiko Tinggi di Lapas Sumut Dipindahkan ke Nusakambangan
Korban tampak emosi namun menahan kesakitan.
"Mati lo," teriak korban ke pelaku.
"Diem, diem," teriak satpam.
Atas beredarnya video tersebut, netizen dibuat heboh hingga ramai berkomentar.
Warganet tampak heran dengan sikap satpam KRL yang justru bak membela terduga pelaku.
Sebab saat melerai perkelahian, satpam terlihat lebih memegangi erat korban, ketimbang terduga pelaku.
Baca juga: Alibi Emak-emak Santai Masak Mi di Kereta Api Karena Tak Tahu Aturan Soal Colokan
Netizen pun kesal dan meminta pihak KRL mengedukasi satpamnya agar lebih peduli pada korban pelecehan seksual, meskipun laki-laki.
"Kenapa jadi malah korbannya yg diperlakuin begitu?,"
"Korban kok malah kayak jadi tersangka? Hello? Itu manusiawi marah begitu jika dilecehkan, terus tersangkanya malah di diemin? Hello? Apa Karna pria? Jadi tindakan pelecehan di normalisasi?"
"Korban malah kayak dia yg maling, malingnya cuma diseret. gw jg bakal emosi gitu kayaknya, kalo ada boti ngelecehin,"
"Korban malah jadi kayak tersangka dah gila,"
"@commuterline training tuh security lu. Malah galak ke korban pelecehan,"
Pengakuan korban
Usai video diduga jadi korban pelecehan seksual, sang korban pun muncul seraya buka suara.
Korban adalah pria bernama Ilham Wirakus.
Dalam akun media sosialnya, Ilham mengurai cerita soal dugaan pelecehan seksual yang ia terima.
Diungkap Ilham, ia mendapat perlakuan tak menyenangkan dari sesama jenis di KRL.
Bukan asal menuduh, Ilham mengaku sudah memastikan dirinya dilecehkan setelah kereta melewati lima stasiun.
Artinya Ilham sudah menahan kekesalannya dilecehkan sesama jenis selama beberapa menit.
Hingga akhirnya kesabaran Ilham habis saat melewati stasiun keenam.
Disinyalir Ilham murka karena alat kelamin dan organ intimnya diremas oleh terduga pelaku.
"Guys sorry for crowd, gue juga tau semua capek, termasuk gue juga capek balik kerja, tapi gue dapet abuse man to man. 5 stasiun gue make sure kelamin gue sebelum gue ambil tindakan, so, what do u expect buat bela harga diri lu? be careful, semua orang bisa kena," ungkap Ilham.
Videonya usai dilecehkan sesama jenis viral, Ilham berterima kasih atas dukungan netizen.
Namun diakui Ilham, ia justru banyak diserang oleh netizen lain.
Ogah menggubrisnya, Ilham pun mengungkap perasaannya saat ini usai jadi korban pelecehan.
"Guys sorry for crowd, thx for believe and support me, sorry juga ga bisa bales satu satu karna buzzer udah mulai masuk ke akun gue, actually gue juga capek dan gamau kaya gini. Tapi gue defend buat harga diri gue. Dan gue juga kaget kenapa orang secepet itu buat videoin. Buat jadi pelajaran, anything can happen to everybody. Let me heal my trauma," imbuh Ilham.
Sementara itu, pihak KRL melalui akun media sosialnya turut angkat bicara terkait video pelecehan seksual sesama jenis yang menimpa Ilham.
"Dapat kami sampaikan kejadian tersebut terjadi pada tanggal 23/4 penumpang telah ditangani oleh petugas keamanan Stasiun Pasar Minggu dan telah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di pos keamanan Stasiun Pasar Minggu.
Petugas kami senantiasa aktif memberikan imbauan melalui audio perihal adanya larangan membuat kegaduhan di dalam Commuter Line, Walka (Petugas Pengawalan Kereta) juga senantiasa aktif melakukan patroli/mobile guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa. Hal tersebut tentunya membutuhkan kerja sama, dukungan, dan peran aktif dari seluruh pengguna agar saling mengingatkan demi kenyamanan dan keamanan bersama. Tks," tulis akun KRL.
(*/ Tribun-medan.com)