Kurniawan Dwi Yulianto Turut Soroti Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Insiden tendangan kungfu yang dilakukan penyerang Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, pada ajang EPA U-20 menuai sorotan.
Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku sedih melihat kejadian tersebut terjadi di level usia muda apalagi Alberto merupakan jebolan Timnas U-17.
Menurut Kurniawan, tindakan seperti itu tidak seharusnya terjadi, terlebih para pemain muda masih memiliki perjalanan karier yang panjang di dunia sepakbola.
Baca juga: Pelatih Persija Ikut Geram Lihat Tendangan Kungfu di EPA U20: Mereka Bukan Bocah Lagi!
“Ya, tentunya melihat kejadian kemarin cukup sedih ya. Artinya terlepas itu pemain Tim Nasional ataupun bukan, tapi di kelompok junior tidak boleh terjadi. Karena karier mereka masih panjang,” ujar Kurniawan di Lapangan A GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Kurniawan menilai aksi tersebut mencederai nilai fair play dalam sepakbola.
Untuk itu, dirinya menekankan pentingnya disiplin, attitude, dan adab kepada para pemain Timnas U-17 besutannya.
“Kemudian hal-hal tersebut mencederai fair play. Terus untuk para pemain sendiri kita selalu mengingatkan dan kita memang selalu bikin aturan yang cukup ketat ya, masalah disiplin, kemudian masalah attitude, kemudian yang paling penting adalah adab,” ujar Kurniawan.
“Bagaimana mereka respect kepada antarpemain, kepada ofisial dan orang-orang sekitar kita, tekankan itu ke para pemain kita,” terangnya.
Sementara itu, Fadly Alberto Hengga telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakan tidak sportif yang dilakukannya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan pada Rabu (22/4/2026) dalam pertemuan di Dewa United Arena, Banten.
Fadly mengaku emosinya tidak terkendali hingga melakukan aksi tendangan kungfu yang viral tersebut.
Mantan pemain Timnas U-17 Indonesia itu juga menyadari tindakannya telah mencoreng citra dirinya dan sepakbola Indonesia.
“Saya memohon maaf atas tindakan saya waktu pertandingan,” ujar Fadly.
“Mungkin karena murni emosi saya yang nggak bisa saya kontrol dan saya melakukan tindakan yang tidak sportif,” lanjutnya.
Fadly juga menyebut tindakannya sebagai kesalahan besar yang tidak layak terjadi di dunia sepak bola.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena ini tindakan yang mungkin paling bodoh lah di sepak bola yang tentunya masyarakat Indonesia tidak suka,” ucapnya.
“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena mencemari sportivitas di sepak bola,” pungkas Fadly.