TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aksi solo drum Syauqi Albi Fardzan Fahman Aji, siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Rejodadi, Kasihan, Bantul menggetarkan panggung pentas seni peringatan hari jadi ke-48 tahun di sekolahnya.
Siswa yang kini duduk di bangku kelas 1 itu terlihat energik menggebuk snare drum ketika memainkan lagu Tabola Bale ciptaan Siprianus Bhuka atau lebih dikenal dengan nama panggung Silet Open Up.
Tangan mungilnya begitu lincah mengolah snare, tom, hi-hat dan simbal menjadi sebuah harmoni yang enak didengar menyesuikan irama lagu.
Di usianya yang baru menginjak delapan tahun, Syauqi tampak tenang memainkan alat musik drum layaknya seorang profesional.
Para guru dan kawan-kawannya di SD Negeri Rejodadi sempat terperanjat melihat aksinya.
Aksi tunggal Syauqi kali ini untuk memeriahkan Kirab Budaya dan Festival Adat Nusantara Hari Jadi SD Negeri Rejodi ke-48, pada Jumat (24/4/2026).
"Mulai belajar drum itu di usia 6 tahun. Terus ikut kompetisi drum di Malang dan Semarang," katanya.
Putra dari pasangan Ita Kusumawati dan Fajar Kurnia Aji ini mengaku terinspirasi oleh drummer Muhammad Iqbal atau lebih dikenal Yoiqball.
Saat ini Syauqi masih tekun berlatih drum sembari fokus belajar di SD Rejodadi, Kasihan, Bantul.
Syauqi ditempa oleh ayahnya untuk berlatih drum. Dirumah pribadinya yang berada di Ngestiharjo, Syauqi rajin berlatih setiap hari.
Untuk memasimalkan bakatnya, Fajar Kurnia juga memasukkan Syauqi disebuah kursus musik.
“Kebetulan di rumah sudah ada studio ayahnya juga musik. Dia (Syauqi) juga mengarah ke drum, suka mukul-mukul, lihat dari situ kami mulai les rutin,” ungkap Ita Kusumawati, ibunda Syauqi.
Berawal dari mengenalkan alat musik drum itu, Syauqi mulai antusias dan sering berlatih bersama ayahnya.
“Ternyata dia minat dan semangat, lalu ikut kompetisi drum nasional di Malang juara tiga kategori anak,” ujarnya.
Ita menyampaikan porsi latihan Syauqi cukup ketat. Hampir setiap hari dia tidak lepas dari alat musik jenis perkusi ini.
Selama satu minggu, anak kedua dari tiga bersaudara yang satu ini latihan kursus dua kali, kemudian dilanjut latihan di rumah rutin setiap hari.
Ke depan Ita berharap Syauqi terus tumbuh dengan skill bermain drum agar potensinya tersalurkan.
“Supaya bisa membanggakan orang tua dan sekolahnya,” terang dia.
Kepala Sekolah SD Negeri Rejodadi, Siti Sarofah M Pd, mengatakan kirab budaya bregada dan fashion show pakaian adat nusantara ini bertujuan mengenalkan budaya sejak dini kepada para siswa.
Kirab tersebut dimulai dari lapangan Sonopakis Kidul menuju gedung SD Rejodadi. Peserta kirab merupakan para guru dan seluruh siswa.
“Ini salah satu upaya menanamkan anak untuk mencintai budaya sendiri terutama di DIY, kami juga ada fashion show pakaian adat nusantara,” ungkapnya.
Siti Sarofah berharap dengan menanamkan kecintaan budaya sejak dini para siswa memiliki ilmu dan akhlak yang baik ketika lulus dari SD Negeri Rejodadi.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Pengawas SD Disdikpora Kabupaten Bantul, Martono, yang turut menyampaikan apresiasi.