1.423 Jemaah Haji Kabupaten Magelang Siap Berangkat, Mayoritas Melalui Bandara YIA
Yoseph Hary W April 24, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG. Jelang ibadah haji 2026, kesiapan jemaah asal Kabupaten Magelang telah memasuki tahap akhir. Pemerintah memastikan hampir seluruh aspek krusial telah terpenuhi, mulai dari dokumen perjalanan hingga kelayakan kesehatan, dengan progres mencapai sekitar 90 persen.

Sebanyak 1.423 jemaah dijadwalkan berangkat tahun ini, terdiri atas 561 laki-laki dan 772 perempuan. Mereka akan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 16, 17, 18, serta kloter 80 dan 81.

Persiapan menyeluruh

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magelang, Taufik Husen Ansori, menegaskan bahwa kesiapan tidak hanya mencakup jemaah utama, tetapi juga jemaah cadangan yang telah dipersiapkan secara menyeluruh.

“Seluruh dokumen dan istitha’ah kesehatan sudah terpenuhi. Termasuk jemaah cadangan, semuanya siap diberangkatkan sewaktu-waktu jika diperlukan,” ujarnya.

Pemberangkatan jemaah akan dilakukan secara bertahap. Sejumlah jemaah telah lebih dulu tergabung dalam kloter awal bersama daerah lain, yakni kloter 11, 13, dan 15 yang berangkat pada 5, 7, dan 9 Mei.

Sementara itu, pemberangkatan utama jemaah asal Magelang dijadwalkan pada 11 Mei (kloter 16), 12 Mei (kloter 17), dan 13 Mei (kloter 18). Kloter 17 menjadi rombongan terbesar yang didominasi jemaah dari Magelang.

Embarkasi Yogyakarta dan Solo

Menariknya, tahun ini menjadi kali pertama jemaah dari wilayah Kedu diberangkatkan melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Meski secara geografis lebih dekat, penggunaan YIA masih terbatas karena kapasitas, sehingga sebagian jemaah tetap diberangkatkan melalui Embarkasi Solo.

“Belum semua bisa terakomodasi di YIA, sehingga pemberangkatan dibagi antara Yogyakarta dan Solo,” jelas Taufik.

Perbedaan lokasi keberangkatan ini juga berdampak pada pola pelayanan. Jika jemaah yang berangkat melalui Solo diinapkan di asrama haji, maka jemaah melalui Yogyakarta akan menginap di hotel dekat bandara.

Untuk menjaga optimalisasi kuota, lanjutnya, sekitar 40 jemaah cadangan juga telah disiapkan. Seluruhnya telah memenuhi persyaratan, sehingga dapat langsung menggantikan jemaah utama jika terjadi pembatalan keberangkatan.

“Jika tidak terpakai tahun ini, jemaah cadangan akan menjadi prioritas pada musim haji berikutnya,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.