TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Badan Pusat Statistik ( BPS ) Tana Tidung siapkan tiga desa sebagai perwakilan kabupaten untuk mengikuti penilaian dalam pelaksanaan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026.
Ketiga desa tersebut yakni Desa Limbu Sedulun dan Desa Sebawang dari Kecamatan Sesayap serta Desa Buong Baru dari Kecamatan Betayau yang menjadi lokus pembinaan BPS Tana Tidung.
Penetapan ini merupakan hasil koordinasi antara BPS Tana Tidung bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), guna memastikan desa yang dipilih siap dalam penguatan kualitas data.
Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan mengatakan program Desa Cantik merupakan bagian dari turunan program nasional yang selaras dengan Asta Cita serta visi pembangunan daerah.
Baca juga: BPS Tana Tidung Sosialisasikan Program Desa Cantik, Tiga Desa Jadi Lokus di Tahun 2026
“Setiap kegiatan kami harus mengarah ke Asta Cita, dan di Tana Tidung juga selaras dengan visi misi kepala daerah, sehingga Desa Cantik ini kita sinkronkan,” ujar Achmad Sani Setiawan kepada TribunKaltara.com, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya program Desa Cantik hanya menyasar satu desa, namun pada 2026 meningkat menjadi tiga desa sekaligus.
“Dulu hanya satu desa per tahun, sekarang kita tetapkan tiga desa sekaligus sebagai proyek pembinaan di 2026,” jelasnya.
Menurutnya, dari total 32 desa di Tana Tidung, hingga saat ini sudah ada tujuh desa yang pernah mendapatkan pembinaan Desa Cantik.
Beberapa di antaranya bahkan mencatatkan prestasi, seperti Desa Mendupo yang pernah masuk 10 besar nasional, serta desa lainnya yang telah lebih dulu mengikuti program tersebut.
Baca juga: Tiga Desa di Perbatasan Kabupaten Nunukan Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Begini Penjelasan BPS
“Harapannya program ini bisa menjadi jembatan antara kebutuhan desa dan pemerintah daerah, sekaligus membentuk data yang lebih bermakna dan memiliki konsep yang sama,” katanya.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya, program Desa Cantik masih memerlukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan di tingkat desa maupun instansi terkait.
“Ke depan akan ada monitoring dan evaluasi untuk desa-desa yang sudah dibina, supaya data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” tambahnya.
Lebih lanjut, pembinaan Desa Cantik tahun 2026 ditargetkan berlangsung hingga pertengahan Juli, dengan hasil penilaian diperkirakan keluar pada September mendatang.
Selain itu, salah satu indikator penilaian adalah tersedianya data desa yang terkelola dengan baik, termasuk melalui penyusunan “Buku Desa dalam Angka” oleh aparat desa.
“Setiap desa nantinya harus punya buku desa dalam angka sebagai output dari kegiatan ini,” pungkasnya.
Melalui program ini, BPS Tana Tidung berharap desa-desa di Tana Tidung mampu memiliki basis data yang kuat sebagai dasar perencanaan pembangunan ke depan.
(*)
Penulis : Rismayanti