BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Di tengah hiruk-pikuk keberangkatan jemaah haji Kabupaten Banjar tahun 2026, sosok Buyut Masurai (80) mencuri perhatian.
Perempuan sepuh asal Pekauman, Martapura itu duduk di kursi roda dengan balutan pakaian serba putih.
Wajahnya tampak tegang namun menyimpan tekad kuat, yakni menggambarkan sebuah perjalanan panjang yang akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun menunggu.
Di belakangnya, sang anak, Masniah (47), setia mendampingi.
Baca juga: Bongkar Koper Jemaah Calon Haji Banjarmasin, Petugas Dapati Ada Bawa Rice Cooker hingga Pemanas Air
Dengan penuh kehati-hatian, Masniah mendorong kursi roda ibunya, memastikan setiap langkah berjalan aman.
“Inggeh,” jawab Masniah singkat saat ditanya kesiapannya mendampingi sang ibu menunaikan rukun Islam kelima.
Kebersamaan keduanya menjadi potret kasih sayang yang sederhana, namun sarat makna.
Perjalanan spiritual Buyut Masurai bukanlah sesuatu yang instan.
Sejak 2011, ia mulai menabung dari pemberian anak dan cucunya.
Niat suci itu perlahan terkumpul hingga akhirnya membuka jalan menuju Tanah Suci.
Kini, di usianya yang telah mencapai 80 tahun dan telah memiliki empat buyut, ia tetap memantapkan hati untuk berangkat haji.
“Alhamdulillah, sudah selamatan di rumah,” ucapnya lirih.
Dia mengaku tak memiliki penyakit serius, hanya keluhan ringan tak bisa jalan akibat usia.
Namun kondisi fisik tak menyurutkan niatnya. Bahkan saat harus naik ke dalam bus, petugas haji terlihat sigap mengangkat dan menggendong tubuh ringkihnya agar dapat duduk dengan aman.
Bagi Masniah, kesempatan mendampingi ibunya menjadi pengalaman yang tak ternilai.
Ia sendiri mendaftar haji sejak 2011, menggantikan peran orang tuanya yang sudah lanjut usia.
Keputusan itu diambil dengan satu tujuan, memastikan sang ibu dapat menunaikan ibadah dengan layak.
“Harapannya mudah-mudahan sehat, dilancarkan semua urusan di sana, dan jadi haji yang mabrur,” tutur Masniah, penuh harap.
Keberangkatan Buyut Masurai menjadi bagian dari ratusan jemaah asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang dilepas tahun ini dari Mahligai Sultan Adam Martapura, Jumat (24/4/2026)
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, menyebutkan lebih dari 600 jemaah diberangkatkan, dengan kloter pertama dan kedua secara bertahap.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersyukur bisa melepas jemaah haji asal kanupaten banjar yang keloter awal. Kami berpesan agar jemaah mengikuti arahan petugas, sehingga ibadah berjalan lancar,” ujarnya.
Untuk kloter pertama ini akan menjadi keloter kedua di Asrama haji Banjarmasin.
Disebutkan H Saidi untuk hari ini ada sebanyak 360 jemaah termasuk petugas haji dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 8102 dari embarkasi Banjarmasin pada Sabtu (25/4/2026) pukul 20.05 Wita.
Baca juga: Hukum Walimatussafar Sebelum Berangkat Haji Dijelaskan UAS, Menyambung Silaturahmi
Kini, para jemaah masuk asrama haji untuk menjalani rangkaian prosedur keberangkatan.
Pada pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Banjar ke Asrama haji menggunakan beberapa unit bus dari Mahligai Sultan Adam Martapura.
Dari pantauan sebelum Bupati mengibarkan bendera start pelepasan, jamaah calon jemaah haji diiringi salat dan azan dari panitia. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)