- Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menolak dengan tegas kasusnya diproses dalam peradilan militer.
Andrie menyebut bahwa peradilan itu tidak bisa menghadirkan putusan yang adil dan mampu menghapus impunitas.
Respons Andrie tersebut disampaikan oleh Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya dalam diskusi 'Militerisme, Kekerasan, dan Impunitas ' di Rumah Belajar ICW, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Menurut Andrie, peradilan militer tidak mampu memperbaiki rentetan tindakan yang selama ini dilakukan oleh TNI.
Baik Andrie dan KontraS kini telah berkomitmen untuk tidak hadir dalam peradilan.
Persidangan itu akan berlangsung pada 29 April mendatang.
Sebelumnya dari pihak militer telah mengirimkan surat untuk pemanggilan dan pemeriksaan Andrie.
Surat itu ditujukan kepada pihak RSCM hingga LPSK di mana kini Andrie berada di bawah naungan lembaga itu.
Diketahui surat itu sudah dikirimkan hingga tiga kali dari pihak militer.
Namun permintaan itu dengan tegas ditolak oleh Andrie dengan sejumlah alasan.
Menurut Dimas, kesehatan Andrie masih menjadi alasan utama hingga faktor idealisme terkait proses penegakan hukum di militer.