Siapa Abu Waala al Wa'eli? Pemimpin Milisi Irak yang Diburu Amerika Serikat Seharga Rp172 Miliar
Pipit Maulidya April 24, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Nama Abu Waala al Wa'eli mendadak menjadi sorotan dunia setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan sayembara besar-besaran untuk penangkapannya.

Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah fantastis sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp172,9 miliar bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait keberadaannya.

Namun, siapakah sebenarnya sosok pria yang dianggap begitu berbahaya oleh Washington ini?

Profil dan Identitas Asli

Pria yang dikenal dengan nama perang Abu Waala al Wa'eli ini memiliki nama asli Hashim Finyan Rahim al-Saraji.

Berdasarkan data yang dirilis CNBC TV18, ia lahir di Baghdad, Irak, pada 1 Juli 1960.

Ia saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kata'ib Sayyid al-Shuhada (KSS), sebuah milisi Syiah di Irak yang memiliki hubungan ideologis dan militer yang sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Rekam Jejak

Perjalanan al Wa'eli dalam dunia paramiliter bukanlah hal baru.

Sebelum memimpin KSS, ia merupakan anggota senior Kata'ib Hezbollah (KH), kelompok milisi anti-Amerika yang sangat berpengaruh di Irak.

Aktivitas militannya di masa lalu sempat membuat ia ditangkap oleh pasukan AS dan mendekam di penjara hingga akhirnya dibebaskan pada tahun 2010.

Tak lama setelah bebas, ia terlibat dalam pembentukan KSS di tengah berkecamuknya perang saudara di Suriah pada awal 2010-an.

KSS di bawah kepemimpinannya berkembang pesat, terutama setelah kelompok ISIS menguasai sebagian wilayah Irak pada 2014.

Pasukannya tergabung dalam Brigade ke-14 Komite Mobilisasi Populer (PMC), yang secara resmi merupakan bagian dari struktur keamanan Irak namun tetap setia pada garis komando Iran.

Kedekatan dengan Jenderal-Jenderal Iran

Al Wa'eli dikenal sebagai "orang kepercayaan" Teheran di Irak.

Ia memiliki hubungan personal yang kuat dengan tokoh-tokoh kunci Iran, termasuk almarhum Jenderal Qasem Soleimani.

Setelah kematian Soleimani pada 2020, al Wa'eli tetap mempertahankan pengaruhnya dan berkoordinasi langsung dengan penggantinya, Ismail Ghaani.

KSS pimpinannya bergerak di bawah arahan Pasukan Quds (IRGC-QF), unit elit Iran yang mengelola operasi di luar negeri.

Ia bahkan pernah secara terang-terangan menyatakan kesiapan pasukannya untuk dikirim ke Yaman guna mendukung kelompok Houthi.

Mengapa Dia Diburu?

Amerika Serikat menetapkan al Wa'eli sebagai Specially Designated Global Terrorist (Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus) pada November 2023.

Alasan utamanya adalah:

1. Serangan terhadap Fasilitas AS: KSS dituding bertanggung jawab atas ratusan serangan drone dan rudal terhadap personel serta diplomat AS di Irak dan Suriah.

2. Koalisi Perlawanan Islam: Sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023, kelompoknya bergabung dalam koalisi Perlawanan Islam di Irak (IRI) yang meningkatkan intensitas serangan terhadap kepentingan Barat.

3. Pelanggaran HAM: Departemen Luar Negeri AS menyebut KSS terlibat dalam pembunuhan warga sipil Irak yang dianggap berseberangan dengan kepentingan mereka.

Simbol Ketegangan Politik Irak

Sosok al Wa'eli bukan sekadar pemimpin militer, tapi juga simbol tarik-ulur pengaruh antara Washington dan Teheran di Baghdad.

Saat ini, ketika Irak tengah berupaya memilih Perdana Menteri baru, keberadaan tokoh seperti al Wa'eli menjadi tantangan besar bagi stabilitas politik negara tersebut.

Dengan hadiah 10 juta dolar yang kini melekat pada namanya, Abu Waala al Wa'eli telah menjadi salah satu orang paling dicari oleh Amerika Serikat di Timur Tengah.

Hal ini menandai babak baru dalam ketegangan yang kian memanas antara AS dan proksi Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.