TRIBUNNEWS.COM, KUDUS - Bagi Kartijo, warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa tengah, setiap kali mendung menggelayut, kekhawatiran menyelimuti seluruh anggota keluarganya.
Kalau hujan deras, air sering masuk karena atap rumahnya bocor di beberapa bagian. Ia juga cemas kalau angin kencang. Takut genting jatuh menimpa dirinya atau istri dan dua anaknya.
"Kami hanya bisa menampung air seadanya dan berharap kondisi tidak semakin parah," kenang Kartijo saat ditemui di sela acara penyerahan bantuan RSLH di Pendopo Kabupaten Kudus.
Kini, suara rintik hujan deras tak lagi menjadi ancaman yang menakutkan. Pemandangan ember penampung air hujan itu telah sirna. Rumahnya telah dibangun ulang dengan standar hunian sehat yang memperhatikan sirkulasi udara, pencahayaan, serta sanitasi yang baik.
"Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik, lebih aman dan nyaman. Saya sangat berterima kasih, semoga program ini terus berlanjut agar semakin banyak yang terbantu," tuturnya.
Baca juga: Awal Mula Penjual Es di Kudus Diperas Oknum Ormas Rp30 Juta, Sudah Setor Rp20 Juta
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai terapis ini kini bisa bernapas lega setelah rumahnya yang dulu jauh dari kata layak, kini telah berubah menjadi hunian yang aman, sehat, dan nyaman.
Kartijo merupakan satu dari 128 penerima manfaat program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus yang telah rampung direnovasi pada tahap pertama tahun 2026.
Transformasi rumah Kartijo dan ratusan warga lainnya ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan sektor swasta.
Dukungan pendanaan dan pelaksanaan program ini melibatkan peran PT Djarum serta Polytron yang bersinergi dalam upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (PKE) di wilayah Jawa Tengah.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang hadir langsung dalam seremoni penyerahan di Pendopo Kabupaten Kudus, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, hunian layak adalah fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat.
"Program ini tidak hanya meningkatkan derajat hidup masyarakat, tetapi secara tidak langsung juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi karena warga bisa hidup lebih sehat dan produktif. Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar dampaknya semakin luas," ujar Sam’ani.
Program RSLH tahap pertama di tahun 2026 ini menjangkau empat kecamatan di Kudus, yakni Bae, Dawe, Jati, dan Kaliwungu, dengan anggaran pembangunan mencapai Rp70 juta per unit rumah.
Angka tersebut dialokasikan untuk memastikan rumah tidak hanya berdiri kokoh, tetapi juga memiliki desain yang manusiawi sesuai dengan jumlah anggota keluarga.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, menyampaikan bahwa penyerahan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) kepada 128 warga Kudus merupakan wujud kontribusi berkelanjutan perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Tidak berhenti di Kudus, komitmen perbaikan hunian ini direncanakan akan meluas ke berbagai titik di Jawa Tengah.
Sepanjang tahun 2026, ditargetkan sebanyak 492 rumah akan direnovasi di beberapa kabupaten seperti Brebes, Wonogiri, hingga Temanggung. Langkah ini menjadi angin segar bagi warga seperti Kartijo yang sebelumnya hanya bisa bermimpi memiliki rumah tanpa bocor saat hujan tiba.