TRIBUNTORAJA. COM, RANTEPAO - Rombongan wisatawan asal Manado, Sulawesi Utara, mengunjungi objek wisata Kete Kesu di Kelurahan Panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara, Jumat (24/4/2026).
Di kawasan ini, pengunjung dapat menikmati panorama persawahan, rumah adat tongkonan, kompleks pemakaman tradisional, hingga gua batu.
Salah satu wisatawan asal Manado, Heisa Rawung, mengaku datang bersama rombongan berjumlah tujuh orang.
Ia menyebut kunjungannya ke Toraja Utara merupakan bagian dari perjalanan kerja di Makassar yang dimanfaatkan sekaligus untuk berwisata.
“Awalnya kami datang untuk urusan pekerjaan, tapi sekalian ingin menikmati wisata di Toraja,” ujarnya.
Meski mengapresiasi keindahan kawasan wisata Kete Kesu, Heisa menilai kondisi fasilitasnya masih perlu pembenahan.
Ia mengaku ekspektasinya cukup tinggi setelah melihat promosi di media sosial.
“Kalau dilihat di media sosial terlihat bagus, tapi di lapangan masih belum tertata dengan baik,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi bangunan yang dinilai kurang terawat, seperti adanya lumut dan rumput liar di sekitar tongkonan, serta keterbatasan fasilitas penunjang yang masih didominasi area pedagang.
Meski demikian, ia menilai harga tiket masuk masih terjangkau, yakni sekitar Rp20 ribu untuk wisatawan domestik.
Heisa berharap pengelola dapat melakukan penataan kawasan dan perawatan bangunan agar lebih menarik bagi wisatawan ke depan.
“Rumah adatnya sebenarnya sangat bagus, tapi perlu dirawat dan ditata ulang supaya lebih indah,” ujarnya.
Sementara itu, petugas loket, Evi Layuk, menjelaskan tarif masuk saat ini sebesar Rp20 ribu untuk wisatawan nusantara dan Rp35 ribu untuk wisatawan mancanegara.
Ia menyebut jumlah kunjungan biasanya meningkat signifikan saat momen hari besar keagamaan seperti Natal dan Idulfitri, serta pada akhir pekan.
“Kalau hari biasa, Senin sampai Jumat, pengunjung memang tidak terlalu ramai,” katanya.(*)