TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo resmi menggelar kegiatan Gebyar UMKM 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo, Jumat (24/4/2026) sore.
Agenda ini ditujukan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas sekaligus meningkatkan daya saing mereka di era ekosistem digital.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, Faisal Lamakaraka, dalam laporannya menyampaikan bahwa Gebyar UMKM merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha lokal.
"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo, Pemprov Gorontalo, dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Gorontalo," jelas Faisal.
Baca juga: Siap-siap! Kawasan di Gorontalo Ini Mati Lampu Selama 7 Jam Besok Sabtu 25 April 2026
Pelaksanaan Gebyar UMKM 2026 ini, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya Pemprov Gorontalo dalam membina UMKM agar lebih inovatif, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan tren digitalisasi.
Kegiatan dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran krusial perempuan dalam pengembangan sektor UMKM di daerah.
Gebyar UMKM akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (24/4) hingga Minggu (26/4/2026) di Gedung GPCC.
Faisal menekankan bahwa Gebyar UMKM bertujuan untuk memperluas akses pasar produk lokal, mempercepat digitalisasi, menumbuhkan inovasi, serta menginspirasi generasi muda agar tertarik terjun ke dunia wirausaha.
“Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan emas bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produk unggulannya secara langsung kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Pemprov Gorontalo memastikan ajang ini bersifat inklusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari UMKM binaan pemerintah daerah, tetapi juga merangkul pelajar SMA/SMK, organisasi wanita, komunitas kreatif, akademisi, hingga perwakilan lembaga keuangan.
Bahkan, masyarakat umum termasuk kelompok petani dan nelayan juga turut dilibatkan. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang kuat dan saling mendukung di Provinsi Gorontalo.
Tidak sekadar pameran, Gebyar UMKM tahun ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan menarik, di antaranya kurasi produk UMKM, festival kuliner khas Gorontalo, pemilihan Bintang UMKM, hingga penobatan Duta UMKM Provinsi Gorontalo.
Acara juga diisi dengan program edukatif seperti talkshow, UMKM Expo, dan business matching yang dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra potensial.
Untuk mempermudah legalitas dan operasional pelaku usaha, panitia juga menghadirkan 10 layanan UMKM melalui service booth. Layanan terpadu ini mencakup konsultasi sertifikasi halal, izin edar, layanan perizinan OSS, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga akses perbankan dan pembuatan QRIS.
Melalui komitmen penuh dari Pemprov Gorontalo dalam penyelenggaraan Gebyar UMKM ini, diharapkan UMKM lokal dapat terus berkembang, semakin inovatif, dan siap bersaing di pasar nasional maupun global.
Sementara itu, Bambang Setya Permana selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, menegaskan komitmen kuat untuk terus mendorong UMKM Gorontalo agar “naik kelas” melalui berbagai strategi yang terarah dan berkelanjutan.
“Peningkatan kualitas produk UMKM menjadi hal utama, baik dari sisi branding, rasa, kemasan, hingga desain, termasuk pada produk unggulan daerah seperti karawo,” ujarnya.
Ia menyebut akses pasar juga menjadi fokus utama. UMKM didorong untuk menembus pasar nasional hingga global melalui pemanfaatan platform digital dan e-commerce.
Inovasi produk yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta berbasis green economy juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan UMKM ke depan.
Dalam rangka mendukung hal tersebut, Gebyar UMKM 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti talkshow, seminar desain wastra berkelanjutan, serta booth konsultasi untuk membantu UMKM dalam aspek permodalan dan peningkatan kualitas produk.
Tak hanya itu, generasi muda juga mendapat perhatian khusus dalam kegiatan ini.
"Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berupaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda melalui berbagai program, salah satunya pemilihan Duta UMKM.“
"Generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan sekaligus mengembangkan produk lokal agar tetap relevan dan kompetitif,” lanjutnya.
Menariknya, dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan potensi produk unggulan baru dari Gorontalo, yakni kopi jenis Liberika yang berasal dari Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolangohula, Gorontalo Utara.
Kopi Liberika ini disebut memiliki cupping score sebesar 81 persen, yang menempatkannya dalam kategori Specialty Coffee.
Dengan kualitas tersebut, kopi ini dinilai layak untuk dipromosikan di berbagai ajang kopi, baik nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM Gorontalo semakin berkembang, mampu bersaing di pasar luas, serta melahirkan produk-produk unggulan yang dapat mengangkat perekonomian daerah.
Adapun acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah,Bupati Bone Bolango Ismet Mile, serta Bupati Gorontalo Sofyan Puhi. Turut hadir unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, perbankan, BUMN, hingga para pelaku usaha dan UMKM. (***)