TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ada pemandangan yang jauh lebih berharga daripada sekadar skor akhir dalam laga besar antara Persib Bandung menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) malam.
Meski tren 14 kemenangan kandang beruntun Maung Bandung harus terhenti dengan skor kacamata 0-0, namun aroma persaudaraan justru tercium sangat kuat di setiap sudut tribun.
Laga ini seolah menjadi proklamasi kembalinya hubungan harmonis antara dua basis suporter terbesar di Indonesia, Bobotoh dan Aremania.
Sejak wasit meniup peluit kick-off, tensi tinggi di lapangan hijau langsung dibalut dengan kehangatan di tribun penonton.
Sebuah koreo raksasa yang emosional membentang di Tribun Timur, memperlihatkan gambar Maung dan Singa yang saling berjabat tangan erat.
Baca juga: Persib Bandung Tertahan di GBLA, Bojan Hodak Akui Jalur Juara Kini Semakin Rumit: Kami Harus Fokus
Di bawah gambar ikonik tersebut, terpampang tulisan besar: "Respect to be Respected".
Pesan ini menegaskan bahwa rivalitas 90 menit hanya terjadi di atas lapangan, sementara di luar itu, rasa saling menghargai adalah yang utama.
Keakraban dan kehangatan terlihat nyata saat sekitar seribu lebih Aremania yang datang jauh-jauh dari Malang disambut dengan tangan terbuka oleh Bobotoh.
Tidak ada ketegangan, tidak ada sekat. Mereka duduk berdampingan, mengenakan atribut kebanggaan masing-masing tanpa rasa khawatir.
Suasana Stadion GBLA pun semakin syahdu saat kedua suporter saling bersahutan meneriakkan chant-chant penyemangat.
Bukan cemoohan yang terdengar, melainkan semangat sportivitas untuk mendukung tim kesayangan mereka berlaga di pekan ke-29 Super League Indonesia 2025/2026.
Antusiasme penonton untuk menyaksikan laga bersejarah ini sangat luar biasa.
Berdasarkan data panitia pelaksana, tiket yang disediakan sebanyak 29.814 lembar terjual habis (sold out). Meski Stadion GBLA memiliki kapasitas 38 ribu kursi, pembatasan jumlah tiket dilakukan demi kenyamanan dan keamanan penonton yang hadir.
Meski laga berakhir 0-0—menjadikan Arema FC sebagai satu-satunya tim yang mampu pulang dari Bandung tanpa kebobolan musim ini—Bobotoh dan Aremania membuktikan bahwa sepak bola adalah alat pemersatu.
Pulang dari stadion, tak ada perselisihan, yang ada hanyalah jabat tangan dan janji untuk terus menjaga perdamaian ini demi kemajuan sepak bola Indonesia. (*)