BERITA FOTO Kosan di Benhil Lokasi ART Lompat hingga Tewas Tak Dipasangi Garis Polisi
Rr Dewi Kartika H April 25, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Motif lompatnya dua asisten rumah tangga (ART) dari lantai empat kosan di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat masih misteri.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada Jumat (24/4/2026) siang, lokasi kosan Mulya Residence 2 yang berada di Jalan Walahar Buntu itu tak ada garis polisi yang terpasang sebagaimana tempat kejadian perkara (TKP) pada umumnya.

KOSAN ART LOMPAT - Lokasi kosan Mulya Residence 2 yang berada di Jalan Walahar Buntu, Benhil, Jakarta Pusat tak dipasangi garis polisi sebagaimana tempat kejadian perkara (TKP) pada umumnya.

Di bagian samping kosan empat lantai itu hanya terdapat dua lingkaran cat putih sebagai penanda titik jatuhnya korban.

Sementara itu, di area parkiran kosan nampak ada mobil sedan putih yang terpakir serta ada pula beberapa pengasuh dan balita yang duduk di teras.

lokasi art di benhil lompat 1
KOSAN ART LOMPAT - Lokasi kosan Mulya Residence 2 yang berada di Jalan Walahar Buntu, Benhil, Jakarta Pusat tak dipasangi garis polisi sebagaimana tempat kejadian perkara (TKP) pada umumnya.

Ada pula petugas keamanan kosan yang berjaga di posnya. Namun, mereka semua tak ada yang berkenan buka suara mengenai insiden mengenaskan yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam.

Sementara itu, kondisi kosan yang berada di area sudut atau hook dan buntu membuat situasi di lokasi cukup sepi.

Apalagi, saat kejadian lompatnya dua ART itu terjadi pada malam hari sehingga diduga tak ada yang menyaksikan detik-detik peristiwa itu terjadi.

lokasi art lompat di benhil
KOSAN ART LOMPAT - Lokasi kosan Mulya Residence 2 yang berada di Jalan Walahar Buntu, Benhil, Jakarta Pusat tak dipasangi garis polisi sebagaimana tempat kejadian perkara (TKP) pada umumnya.

Polisi Periksa Majikan

Sampai saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan motif di balik aksi nekat tersebut, termasuk dugaan adanya perlakuan sadis dari majikan.

Pemeriksaan terhadap majikan korban pun kini tengah dilakukan.

“Dimintai keterangannya, tapi belum selesai,” kata Roby saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).

Ia membenarkan, sejauh ini polisi telah mengantongi keterangan dari satu korban yang selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta satu ART lain yang berada di lokasi kejadian.

“Iya,” singkatnya.

Terkait penyebab korban sampai melompat, Roby menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri kemungkinan adanya penyekapan.

“Belum tahu disekap atau enggak. Saya belum bisa ngomong lebih dalam, saya periksa dulu saja daripada salah-salah,” katanya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Mulya Residence 2, Jalan Walahar Buntu Nomor 32, Jakarta Pusat.

Usai kejadian, warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan menghubungi ambulans.

“Langsung ditolong warga, langsung telepon ambulans darurat,” ucapnya.

Dalam insiden ini, satu korban berinisial D (18) meninggal dunia. Sementara korban lainnya, R (30), mengalami luka dan saat ini masih dirawat di RS Mintohardjo.

CAPTION; KOSAN ART LOMPAT. Lokasi kosan Mulya Residence 2 yang berada di Jalan Walahar Buntu, Benhil, Jakarta Pusat tak dipasangi garis polisi sebagaimana tempat kejadian perkara (TKP) pada umumnya.
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA 


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.