Jika Gencatan Senjata Gagal, AS Targetkan Pemimpin Militer Iran
Faisal Zamzami April 24, 2026 11:38 PM

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan sejumlah rencana alternatif apabila gencatan senjata dengan Iran gagal.

Informasi ini dilaporkan CNN pada Kamis (23/4/2026) berdasarkan beberapa sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Rencana target di kawasan Selat Hormuz

Menurut sumber tersebut, para pejabat militer AS sedang menyusun rencana baru yang berfokus pada penargetan pertahanan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Rencana ini mencakup apa yang disebut sebagai “penargetan dinamis” terhadap kemampuan militer Iran di wilayah strategis tersebut, termasuk:

-Selat Hormuz

-Teluk Arab bagian selatan

-Teluk Oman

Target yang dipertimbangkan antara lain kapal serang cepat berukuran kecil, kapal penebar ranjau, serta aset-aset asimetris lainnya yang dinilai membantu Iran mengancam jalur pelayaran utama.

Baca juga: Trump Perintah Tembak di Tempat Kapal Iran yang Memasang Ranjau di Selat Hormuz

Fokus operasi bisa bergeser ke jalur perairan

Sebelumnya, sebagian besar operasi militer AS dalam sebulan terakhir lebih banyak menyasar target di wilayah daratan Iran.

Namun, rencana baru ini disebut akan mengalihkan fokus pada kampanye pemboman yang lebih terpusat di sekitar Selat Hormuz.

CNN juga melaporkan bahwa sebagian besar sistem rudal pertahanan pantai Iran masih dalam kondisi utuh.

Selain itu, Iran disebut memiliki banyak kapal kecil yang dapat digunakan untuk menyerang kapal dagang maupun militer, sehingga memperumit upaya pembukaan jalur pelayaran di selat tersebut.

Beberapa sumber menilai bahwa serangan di sekitar Selat Hormuz belum tentu langsung mampu membuka kembali jalur air strategis itu.

Opsi menargetkan pimpinan militer Iran

Selain target militer di lapangan, opsi lain yang sedang dipertimbangkan adalah penargetan individu terhadap pimpinan militer Iran.

Salah satu nama yang disebut adalah Ahmad Vahidi, yang dikaitkan dengan posisi penting di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menurut sumber tersebut.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat membahas rencana operasional yang bersifat hipotetis demi alasan keamanan.

Namun ia menegaskan bahwa militer AS terus memberikan berbagai opsi kepada Presiden, dan semua opsi masih terbuka.

Kekuatan militer AS di kawasan

Saat ini, Angkatan Laut AS disebut memiliki 19 kapal di Timur Tengah, termasuk dua kapal induk, serta tujuh kapal di Samudra Hindia.

Selain itu, USS George H.W. Bush juga telah tiba di wilayah Komando Pusat, sehingga total terdapat tiga kapal induk AS di kawasan tersebut.

Situasi terkini

Militer AS juga dilaporkan mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April 2026. Hingga Kamis (23/4/2026), setidaknya 33 kapal telah dialihkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.