Wagub Johni Asadoma Gembleng Satpol PP NTT, Bela Diri Diperkuat dan Humanisme Tetap Diutamakan
Oby Lewanmeru April 24, 2026 11:43 PM

Wagub Johni Asadoma Gembleng Satpol PP NTT, Bela Diri Diperkuat dan Humanisme Tetap Diutamakan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Johni Asadoma, memimpin latihan bela diri bagi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTT di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Jumat (24/4/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan, kapasitas, serta kebugaran fisik aparat penegak peraturan daerah.

Didampingi Kepala Satpol PP Provinsi NTT, Yohan Loban, Wagub menegaskan pentingnya kesiapan fisik dan keterampilan bela diri bagi setiap anggota Satpol PP dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan yang kian kompleks.

“Latihan seperti ini sangat penting untuk menunjang tugas. Kemampuan bela diri bukan untuk bersikap represif, tetapi sebagai perlindungan diri dan menjaga situasi tetap kondusif, terutama saat menghadapi unjuk rasa,” kata Johni Asadoma. 

Baca juga: Temui KemenPANRB, Pemprov NTT Dorong Fleksibilitas PPPK dan Penataan ASN Berbasis Kinerja

Baca juga: Gubernur NTT Pimpin Gelar Apel Kendaraan Dinas Tahap Dua Lingkup Pemprov

Materi latihan mencakup teknik dasar bela diri, pengendalian diri, strategi menghadapi massa, hingga penanganan konflik. Khusus teknik bela diri, pelatihan dipandu langsung oleh Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP yang juga Senpai Shorinji Kempo, Yorgens Lievel Domisons Adoe.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemanasan, latihan fisik, hingga praktik teknik.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk mental dan disiplin aparat.

Mantan Kapolda NTT itu juga menekankan bahwa Satpol PP harus menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Sebagai garda terdepan penegak Perda, personel harus disiplin, beretika, santun, namun tetap tegas. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya. 

Ke depan, mantan petinju nasional itu meminta agar pelatihan serupa dilengkapi dengan materi komunikasi efektif dan pendekatan persuasif guna meminimalisasi konflik di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP NTT, Yohan Loban, mengakui bahwa tantangan di lapangan semakin kompleks sehingga dibutuhkan personel yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan.

“Kami ingin membentuk anggota yang tangguh, profesional, dan tetap mengedepankan pendekatan persuasif agar kehadiran Satpol PP dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” katanya.

Sejumlah peserta mengaku mendapatkan manfaat besar dari latihan tersebut. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menjalankan tugas, terutama dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial. (fan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.