Usman Marham Bincang 4 Mata Bahlil, Pengamat Sebut Tambah Daftar Kandidat Ketua Golkar Sulsel
Ari Maryadi April 25, 2026 12:22 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- DPD I Golkar Sulsel mencari ketua baru masa jabatan lima tahun ke depan.

Sejauh ini tinggal 3 DPD I belum menggelar musda. Salah satunya Sulsel.

Sejumlah nama mencuat sebagai figur calon ketua dalam 1 tahun terakhir.

Mereka yakni Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina sebagai calon alternatif.

Belakangan mencuat nama baru Ketua DPD II Golkar Pinrang Usman Marham.

Usman Marham kader berlatar pengusaha dan pernah jadi pengurus DPP.

Baru-baru ini, beredar foto Usman Marham menghadap Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Pertemuan pertama, Usman datang mengantar langsung undangan pernikahan anaknya.

Setelahnya Usman menghadap lagi di Kantor DPP Golkar Jakarta Barat.

"Pertemuan ini sekadar silaturahmi," kata Usman kepada wartawan seusai pertemuan.

Usman Marham lama bersahabat dengan Bahlil.

Ia sama-sama berlatar pengusaha dan teman seperjuangan di Jakarta.

Usman Marham pernah menjadi pengurus DPP Golkar selama tiga periode.

Ia masuk pengurus era Ketua Umum Aburizal Bakrie, Setya Novanto, hingga Airlangga Hartarto di DPP Golkar.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus menilai sosok Usman Marham menjadi sosok yang bisa dipertimbangkan untuk maju di Musda Golkar Sulsel.

Hal tersebut menurut Firdaus karena sosok Usman dianggap memiliki segudang pengalaman di Golkar, bukan cuman di daerah, bahkan di pusat Usman dikenal.

"Jadi kalau misalnya Pak Usman Marham yang didorong oleh DPP itu ke lebihannya adalah lebih di kenal di tingkat DPP sehingga aspirasi-aspirasi dari daerah ini mudah tersalurkan di pusat," kata Firdaus saat dihubungi wartawan.

Firdaus menambahkan Usman Marham juga sudah memahami konstalasi politik di pusat.

Firdaus menambahkan sosok Usman Marham yang memiliki akses langsung ke petinggi DPP Golkar menjadi modal besar untuk bertarung di Musda Golkar.

"Ketika Usman Marham ikut berkontestasi (Musda) tidak ada kesulitan beliau untuk berkoordinasi dengan DPD kabupaten kota, begitu juga sebaliknya DPD II bisa berkomunikasi dengan beliau bagaimana nantinya beliau itu lebih mudah akses ke DPP," tambahnya.

Sementara itu Pengamat Politik Unhas Adi Suryadi Culla menuturkan, Musda Golkar Sulsel ini, putusan akhirnya ada pada DPP Golkar. 

"Saya sebenarnya melihat bahwa putusan terakhir itu kan sama ada sama DPP Golkar. Terkait dengan figur potensial, ujung tombak ada di DPP Golkar," kata Firdaus.

Adi Suryadi, jika Usman Marham maju di Musda Golkar Sulsel, ia butuh suara dukungan di DPD II kabupaten kota.

"Itu suara dukungan yang muncul dari dari apa ya akar rumput. Artinya Usman Marham butuh ini dukungan kan dari bawah, masih harus bekerja demi dapatkan suara dari DPD-DPD II atau pemilik suara," bebernya.

Adi Suryadi menambahkan bahwa semua kader Golkar berpotensi untuk maju di Musda Golkar Sulsel, termasuk Usman Marham apalagi jika ia sudah direstui di DPP Golkar, itu akan menjadi modal besar karena memang Usman Marham sudah dikenal di DPP Golkar.

"Siapapun kader, bisa saja jadi figur potensial termasuk Usman Marham. Artinya semua kader berpeluang maju, asalkan punya legitimasi dan restu dari DPP Golkar. Dan saya kira tidak cukup retorika saja dari para figur potensial," tambahnya.

Sementara Usman Marham tidak ingin maju di Musda Golkar Sulsel, namun jika ada dorongan dari DPP Golkar, ia akan mengikuti perintah.

"Sepanjang DPP memberikan peluang, membuka sinyal untuk saya, kenapa tidak?" ucapnya.

Usman menambahkan memang ia tidak pernah ada keinginan untuk maju di Musda Golkar Sulsel, namun ia memiliki niat untuk mengembalikan Golkar menjadi pemenang di Sulsel.

"Memang saya tidak pernah nyatakan mau maju. Saya memang tidak pernah menggadang-gadang saya maju," tegas Ketua DPD II Golkar Pinrang ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.