TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Sulsel, Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka tak banyak berkomentar saat ditanya soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bukan canggung, melainkan MBG menurut dia soal teknis pelaksanaan program pemerintah itu sendiri.
"Bicara soal MBG itu kan teknis, saya tidak boleh mencampuri urusan teknis. Tapi kami berbicara bagaimana manfaat untuk kemaslahatan," bebernya saat ditemui Tribun-Timur.com di lokasi Harlah ke-92 GP Ansor Wilayah Sulsel di Masjid Tua Tosora, Kabupaten Wajo, Jumat (24/4/2026).
Kendati begitu, GP Ansor tetap berkomitmen mendukung program pemerintah.
"Kita lihat dulu kalau memang cocok dan sesuai kehendak dan kiblatnya ke masyarakat, kenapa tidak. ANSOR siap menjadi pendorong, penyemangat bagi penguasa," tegasnya sembari didampingi Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad.
"Selama komitmennya untuk kemaslahatan masyarakat, dan itu memang keberadaan ANSOR di situ, dari dulu selalu menjadi pendorong program pemerintah," sambungnya.
Baca juga: Alasan Masjid Tua Tosora Wajo Jadi Pusat Harlah 92 Tahun GP Ansor Wilayah Sulsel
Habib Puang Makka, sapaanya turut membeberkan tantangan bagi GP ANSOR di Harlah ke-92.
"Setiap zaman pasti beda tantangannya, peradaban sudah lain, maka ANSOR tidak boleh jadi generasi penonton, tapi harus jadi pelaku," ungkapnya.
Di samping itu, dirinya mengutip bahwa Ansor adalah organisasi yang punya mentor jelas.
"GP Ansor itu jelas mentornya, tidak mencari bentuk sendiri-sendiri, ada guidance (panduan) siapa itu yah para Ulama," ungkapnya.
"Betul ada tantangan, tapi seoptimis dan sepanjang berada pada wilayah Iffah-nya, garis perjuangan maka yakin semua bisa dilalui," tambah Habib kelahiran Makassar, 1960 itu.
Diantaranya, Ketua Dewan Penasehat Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka, Ketua DPW PKB Sulsel sekaligus Dewan Penasehat, Azhar Aryad, Sekretaris Dewan Penasehat, Bahtiar Saleh.
Lalu, Anggota DPRD Provinsi Sulsel fraksi PKB, Andi Ayoga Fadel Akbar. Anggota Bawaslu Sulsel, Abdul Malik, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf, Kasatwil Banser Sulsel, Andi Abbas Rauf.
Kemudian, Bupati Wajo Andi Rosman, Ketua DPC PKB Wajo, Sumardi Arifin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, Muhammad Ahmad Jailani, Ketua GP Ansor Wajo, Muhammad Ihwan.
Harlah ke-92 bertajuk Bersatu, Berperan Untuk Negeri.
Pantauan Tribun-Timur.com, acara dimulai sekira pukul 20.00 WITA, Jumat (24/4/2026).
Sambutan diawali Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf.
Ia menjelaskan, alasan Masjid Tua Tosora dan Kabupaten Wajo jadi pusat kegiatan Harlah ke-92 bukanlah tanpa alasan.
"Sengaja dipusatkan di Masjid Tua Tosora, karena Wajo adalah sentra gerakan satri di masa lalu, dan tempat ulama pejuang islam, salah satunya Syekh Jamaluddin Al Akbar Al-Husaini," tegasnya.
Tak hanya itu, kita ingin kegiatan ini sebagai momen kekuatan persatuan mempererat keutuhan bangsa dan negara.
"Kita tahun Ansor adalah garda terdepan dalam merawat keragaman sekaligus wadah mengawal Ideologi Pancasila dan ancaman radikalisme," tegansya.
Bupati Wajo Andi Rosman membeberkan Pemerintah Kabupaten Wajo menaruh mengapresiasi kepada pengurus karena memilih Wajo sebagai tuan rumah Harlah ke-92 wilayah Sulsel.
"Harapan kami semoga peringatan harlah ke-92 GP Ansor menjadi berkah bagi kita semua. Karena kami yakin Ansor adalah pengawal para ulama," paparnya.
"Ulama adalah penjaga umat. Suatu negara tanpa ulama dapat membuat kita krisis moral spiritual, maka dari itu wajib hukumnya kita jaga sinergi antara ulama dan pemerintah," tegasnya.(*)