Puluhan Mahasiswa Ditangkap Usai Demo Peringatan Amarah UMI Berakhir Ricuh
Alfian April 25, 2026 12:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan mahasiswa diamankan polisi buntut demo peringatan 30 tahun April Makassar Berdarah (Amarah) berakhir ricuh di depan kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4)2026) malam.

Puluhan mahasiswa itu diamankan saat polisi dari Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel melakukan penyisiran di area dalam kampus.

Pengerahan pasukan ini, tampak dipimpin Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana.

Aparat gabungan dari kepolisian tiba setelah pendemo blokade jalan hingga malam dibubarakan puluhan pria berjaket driver ojek online.

Pembubaran itu mendapat perlawanan dari mahasiswa hingga berujung aksi saling lempar batu dan petasan.

Selang beberapa saat jual beli lemparan berlangsung, aparat gabungan kepolisian pun tiba di lokasi.

Tampak gerbang timur kampus rusak dijebol dalam kericuhan itu.

Sebelum melakukan penyisiran dalam kampus, petugas kepolisian lebih dahulu mengarahkan warga dan driver ojek online untuk kembali ke rumah masing-masing.

Baca juga: Macet Akibat Jalan Ditutup, Driver Ojol Bubarkan Demo Tiga Dekade Amarah di Depan UMI

Suasana Unjuk rasa peringatan 30 tahun Amarah di depan kampus UMI Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4/2026). 
Suasana Unjuk rasa peringatan 30 tahun Amarah di depan kampus UMI Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4/2026).  (Tribun-timur.com/Muslimin Emba)

Dalam penyisiran itu, ada puluhan mahasiswa yang diamankan petugas kepolisian.

Mereka tampak di kumpulkan di dekat gerbang timur kampus yang berdiri pada 23 Juni 1954 ini.

Dari hitungan manual kepolisian di lokasi, terdengar jumlah mahasiswa yang diamankan sebanyak 109 orang, di mana 10 diantaranya mahasiswi.

Tampak Mereka yang diamankan dibawa ke Polrestabes Makassar menggunakan dua truk dalmas, pikap Jatanras, dan satu kendaraan taktis.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi kepolisian terkait mahasiswa yang diamankan itu.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, rencana aksi unjuk rasa itu, ia telah monitor sejak pagi tadi.

"Terkait situasi hari ini, sebenarnya tadi pagi sudah dapat info terkait unjuk rasa. Jadi kami sudah persiapkan anggota dalam rangka amarah ini ya, April Makassar Berdarah (AMARAH), jadi tadi mahasiswa dari UMI tadi unjuk rasa di depan kampus," ujarnya ditemui sebelum adanya puluhan mahasiswa diamankan.

Unjuk rasa berlangsung ricuh kata Arya, dipicu adanya pendemo dan driver ojol yang bersinggungan saat aksi tutup jalan berlangsung.

"Namun dalam perjalanannya karena terlalu lama jalan ditutup sehingga ada ojol yang bersinggungan dengan mahasiswa, sehingga ada bentrok sedikit dengan ojol," ungkap Arya.

"Tetapi ini rekan-rekan ojol sudah keluar dan kami masih mengamankan adek-adek mahasiswa ke dalam," tambahnya.

Setelah bentrok berhasil diredam, lanjut Arya, situasi pun kembali kondusif.

"Situasi sudah kondusif, jalan sudah terbuka, sudah lancar, dan rekan-rekan ojol tadi kami sudah minta untuk melanjutkan pekerjaannya," tuturnya.

Diketahui demo Amarah diwarnai blokade jalan sejak sore di depan UMI.

Blokade jalan itu, berlangsung hingga malam hari dan berakhir ricuh setelah dibubarkan sekelompok driver ojol.(*)



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.