Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pansus pembahas kinerja BUMD Jawa Timur terus mendalami berbagai persoalan hingga menghasilkan rekomendasi.
Terlebih sebagaimana jadwal di DPRD Jatim, hasil atau laporan dari pansus tersebut akan masuk di rapat paripurna akhir bulan ini.
Baca juga: Sekolahnya Hancur Diterjang Lahar Erupsi Semeru, Siswa di Lumajang Gantian Komputer Buat Ujian TKA
Dalam penjelasannya kepada wartawan, Ketua Pansus pembahas kinerja BUMD, dr Agung Mulyono, menegaskan bahwa di sisa waktu yang tersedia ini, berbagai pembahasan terus dimatangkan.
Tujuannya, merumuskan rekomendasi strategis yang tidak saja komprehensif.
Namun, juga aplikatif bagi peningkatan kinerja BUMD di Jawa Timur ke depan.
"Itu yang menjadi fokus kami," kata Dokter Agung, Jumat (24/4/2026).
Pansus yang telah bekerja sekian bulan ini, mengaku telah mendapatkan gambaran yang lebih utuh terkait kondisi masing-masing BUMD.
Tak hanya itu, gambaran lain termasuk potensi, tantangan, hingga persoalan yang perlu segera dibenahi juga telah dicatat oleh Pansus.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Puspa Agro, di samping sejumlah isu lain seperti pengelolaan limbah yang juga turut dibedah secara mendalam.
Berbagai rapat dengar pendapat juga telah dilakukan sepanjang Pansus ini dibentuk.
Dokter Agung menegaskan, seluruh rangkaian pembahasan tersebut bukan menjadi penting.
Sebab dewan menegaskan buka sekadar evaluasi, melainkan langkah konkret untuk menyusun rekomendasi yang bisa langsung diimplementasikan.
Semua materi dan hasil rapat dengar pendapat yang telah dilakukan selanjutnya akan dirapatkan dalam pansus.
"Kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi yang lebih detail dan aplikatif," ungkap politisi kawakan Partai Demokrat ini.
Sejauh ini, Pansus menargetkan seluruh proses pembahasan rampung pada 30 April 2026.
Rencana ini sudah masuk dalam jadwal paripurna DPRD Jatim.
Kemudian setelah Pansus menyampaikan laporan resmi, tahapan akan berlanjut.
Hingga nanti rekomendasi resmi dijadwalkan terbit pada Mei 2026 sebagai pijakan penguatan kinerja BUMD di Jawa Timur ke depan.
"Targetnya 30 April sudah selesai. Semua rekomendasi sudah lengkap dan siap dikeluarkan," tandas Dokter Agung.