Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Rodiyah Wayan (68), jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Solo asal Tegal, meninggal dunia di Madinah pada Kamis (23/4/2026) pukul 11.45 waktu Arab Saudi (WAS).
Rodiyah disebut sudah menunjukkan kondisi kesehatan yang menurun sejak tiba di Bandara Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Rodiyah Wayan merupakan warga Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, yang tergabung dalam rombongan JCH Kloter 3 Embarkasi Solo.
Rombongan ini diketahui baru tiba di Madinah setelah diterbangkan pada Rabu (22/4/2026) pukul 18.53 WIB.
Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mengatakan setibanya di Bandara Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, almarhumah sempat mengalami gangguan kesehatan.
Menurut keterangan resmi, korban mengalami sesak napas sesaat setelah turun dari pesawat.
Tim kesehatan langsung memberikan penanganan awal dan membawa korban ke klinik bandara untuk mendapatkan perawatan medis.
"Selanjutnya dirujuk ke KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) di Madinah," ujarnya.
Di fasilitas kesehatan tersebut, korban mendapatkan penanganan lanjutan sesuai prosedur medis.
Namun, kondisi kesehatan Rodiyah Wayan tidak kunjung membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) sudah memasuki Embarkasi Solo.
Jemaah ini terbagi dalam 10 kloter.
Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia mengatakan, hingga Jumat siang, Embarkasi Solo telah menerima 3.595 jemaah yang terbagi dalam 10 kloter.
Dari jumlah itu, 2.863 jemaah telah diterbangkan dalam 8 kloter.
“Untuk jadwal penerbangan hari ini, kami memberangkatkan tiga kloter, yakni kloter 7, 8, dan 9. Kloter 7 dan 8 dari wilayah Brebes, Purbalingga, dan Tegal sudah terbang. Nanti dilanjutkan keberangkatan kloter 9 dari Brebes, Pemalang, dan Tegal pada pukul 16.00 WIB,” ujar Nabiila.
Terkait kedatangan, Nabiila menambahkan ada empat kloter yang dijadwalkan masuk asrama hari ini.
Kloter 10 dan 11 tiba pada pagi dan siang hari, sementara kloter 12 dan 13 dari Kabupaten Pekalongan, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang dijadwalkan masuk pada sore dan malam hari.
Jemaah Calon Haji (JCH) sudah banyak yang memasuki Embarkasi Solo.
Namun, empat dari mereka yang sudah masuk ada yang terpaksa dipulangkan.
Sementara itu, ada 8 yang mendapat perawatan medis karena sakit.
Pasalnya, keempat jemaah ini dinyatakan tidak istitaah (tidak layak secara kesehatan) saat pemeriksaan akhir sebelum terbang di Asrama Haji Donohudan (AHD) Ngemplak.
Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menyebut keempat jemaah terdiri dari dua jemaah kloter 3 serta masing-masing satu jemaah dari kloter 8 dan 9.
Baca juga: Ibadah Haji 2026: Delapan JCH Embarkasi Solo Sakit, Telah Mendapat Perawatan
Empat jemaah yang dipulangkan ini berasal dari Kabupaten Tegal dan Brebes.
“Banyak faktor (penyebab tidak layak terbang), karena kelelahan dan sebagian besar karena jemaah lansia (lanjut usia),” kata Nabiila, Jumat (24/4/2026).
Rombongan jemaah calon haji kloter 3 tiba di AHD Ngemplak pada Selasa (21/4/2026) pukul 16.00 WIB.
Sementara kloter 8 yang merupakan gabungan jemaah calon haji dari Kabupaten Tegal dan Brebes tiba di AHD, Kamis (23/4/2026) pukul 09.00 WIB.
Kemudian pada pukul 16.00 WIB, giliran kloter 9 dari Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pemalang yang masuk asrama. (*)