Netanyahu Ngaku Sempat Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Kini Klaim Pulih Total
SERAMBINEWS.COM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil menjalani pengobatan kanker prostat stadium awal.
Informasi tersebut disampaikan bersamaan dengan publikasi laporan medis tahunannya.
Dikutip Serambinews melalui The Guardian (25/4/2026), Netanyahu menyebut tumor ganas tersebut ditemukan saat pemeriksaan kesehatan rutin.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, Netanyahu menjelaskan bahwa ia telah menerima terapi yang tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa pengobatan tersebut berhasil mengatasi penyakitnya tanpa meninggalkan jejak.
Baca juga: Siaga Perang, Israel Tunggu Restu AS untuk Serang Iran, Target Pemimpin hingga Fasilitas Energi
Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara rinci kapan proses pengobatan tersebut dilakukan.
Berdasarkan laporan medis resmi, Netanyahu menjalani terapi radiasi untuk menangani kanker prostat stadium awal.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa kondisi kesehatan Netanyahu saat ini berada dalam keadaan baik.
Namun, seperti pernyataannya, laporan medis itu juga tidak mencantumkan waktu pelaksanaan terapi.
Perdana Menteri Israel yang kini berusia 76 tahun itu mengaku sempat menunda publikasi laporan kesehatannya selama dua bulan.
Penundaan tersebut dilakukan untuk menghindari potensi penyebaran “propaganda palsu” oleh Iran di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Baca juga: Aneh, Negara Teluk Kini Anggap Iran Musuh Utama Dibanding Israel, Ini Pemicunya
Pada Maret lalu, beredar rumor di media sosial serta sejumlah media pemerintah Iran yang mengklaim bahwa Netanyahu telah meninggal dunia.
Kabar tersebut muncul di tengah konflik yang memanas antara Israel dan Iran.
Menanggapi isu tersebut, Netanyahu sempat merilis video dirinya saat mengunjungi sebuah kafe di Yerusalem sebagai bukti bahwa ia dalam kondisi sehat.
Riwayat kesehatan Netanyahu sebelumnya juga menjadi sorotan publik.
Pada tahun 2024, ia menjalani operasi prostat setelah didiagnosis mengalami infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh pembesaran prostat jinak.
Sementara itu, pada tahun 2023, ia juga diketahui telah menjalani pemasangan alat pacu jantung.
Baca juga: Hamas Tolak Lucuti Senjata, BoP Sebagai Mediator Dituding Pro-Israel dan Minta Rencana Diubah
Pengumuman mengenai kondisi kesehatan ini muncul menjelang agenda politik penting di Israel.
Pemilihan umum nasional dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang, sehingga kondisi kesehatan pemimpin negara menjadi perhatian publik dan pengamat politik.
Meski sempat didiagnosis kanker, laporan medis terbaru menunjukkan bahwa Netanyahu berada dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala pemerintahan.
Pernyataan ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang beredar sekaligus memberikan kepastian terkait kondisi fisik pemimpin Israel tersebut.
Baca juga: Netanyahu Tegaskan Israel Siap Lanjutkan Perang dengan Iran, Ajukan Sejumlah Tuntutan
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)