Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 mulai bergulir.
Suasana kemeriahan ajang bagi pecinta seni dan sastra itu mulai terasa.
Juga di Kota Ambon, Sabtu (25/4/2026) pagi, bertempat di SMA Negeri 1 Ambon berkumpul para guru, komite sekolah hingga pegiat seni guna menandai dibukanya seleksi FLS3N 2026 tingkat kota/ kabupaten.
Terjadwal oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas):
Seleksi di tingkat Provinsi 13 Juli sampai dengan 6 September 2026.
Seleksi di tingkat Dikmen 4 sampai dengan 7 Agustus 2026.
Sementara itu, pelaksanaan Seleksi di tingkat Kota Ambon bakal dilangsungkan di tiga lokasi:
Ada pun mata lomba yang diikuti di tingkat Kota Ambon:
Kepada TribunAmbon,com, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon yang juga selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kota Ambon. Dra. E. Laturiuw menjelaskan, tahun ini sebanyak 65 peserta dari 15 sekolah tingkat menengah atas ikut berpartisipasi.
Dirincikan;
SMA Negeri 1 Ambon sebanyak 7 peserta.
SMA 2 Ambon sebanyak 5 peserta.
SMA Negeri 3 Ambon sebanyak 3 peserta.
SMA Negeri 4 ada 3 peserta
SMA Negeri 5 Ambon, 4 peserta
SMA Negeri 6 Ambon, 2 peserta
SMA Negeri 11 Ambon, 4 peserta
SMA Negeri 12 Ambon, 4 peserta
Selanjutnya siswa juga berasal dari :
SMA Siwalima, 4 peserta
SMA Kristen YPKPM Ambon, 3 peserta
SMA Kristen Kalam Kudus, 1 peserta
SMA PGRI Ambon, 5 peserta
SMA Kristen Rehoboth, 4 peserta
SMA Al-Salam, 5 peserta
SMK 1 Ambon, 5 peserta.
Lebih lanjut, menurut Laturiuw, perlombaan ini menuntut kreativitas tinggi siswa, terlebih kegiatan bertahap hingga ke tingkat nasional.
Selain tuntutan tuk siswa, Dewan juri harus kerja ekstra: objektif dan profesional.
"Festival FLS3N tingkat Kota Ambon ini kami mengedepankan kualitas kompetensi, karena itu juri-juri yang mendukung proses ini berbakat di bidangnya," ujarnya.
Dirinya berharap perlombaan ini dapat melahirkan siswa dan siswi dengan potensi tinggi.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Fentje Mandaku menjelaskan, perlombaan ini rutin digelar dengan pentahapan menuju tingkat nasional.
Lanjutnya, meskipun keterbatasan anggaran, pihaknya memastikan berupaya optimal melewati sejumlah tahap hingga kompetisi tertinggi.
"Ditahun ini dengan keterbatasan anggaran yang ada kami mencoba melaksanakan sebaik-baiknya dan optimis untuk meraih medali tingkat Nasional," tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada peserta perlombaan menjaga sportivitas dan semangat.
"Saya berharap tidak berkecil hati walaupun gagal, menang kalah dalam perlombaan itu biasa, harus tetap semangat dalam menggapai harapan dan cita-cita," tandasnya. (*)