Kuliah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Mahasiswa Belajar Usaha
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 25, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Sekelompok mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia memamerkan produk olahan mereka seperti tekwan, minuman dari bunga telang hingga olahan pineboost. Yaitu olahan dari kulit nanas di Lab Bussines Incubation Universitas Teknokrat Indonesia Sabtu (25/4/2026).

Shiwi Angelica Cindiyasari selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FEB Universitas Teknokrat Indonesia mengatakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan keterampilan praktis di dunia kerja. 

Pada semester awal, mahasiswa FEB dibekali dengan berbagai mata kuliah dasar yang menjadi fondasi keilmuan. 

Mata kuliah tersebut meliputi pengantar bisnis, pengantar ekonomi, ekonomi mikro dan makro, statistik, bahasa Indonesia, serta pengembangan kepribadian.

“Di tahap awal, mahasiswa akan mempelajari pengantar manajemen yang mencakup fungsi-fungsi utama manajemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian,” Jelasnya Sabtu (25/4/2026).

“Melalui mata kuliah ini, mahasiswa mulai memahami bagaimana peran seorang manajer dalam mengelola organisasi,” tambahnya.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengantar akuntansi yang mengajarkan proses pencatatan, pengklasifikasian, hingga pelaporan transaksi keuangan. 

Dengan bekal ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun laporan keuangan suatu entitas bisnis secara sistematis.

Dalam bidang ekonomi, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar seperti permintaan, penawaran, dan elastisitas dalam mata kuliah ekonomi mikro. 

Sementara itu, pengembangan kepribadian menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepercayaan diri, etika, empati, serta kemampuan komunikasi yang baik.

Tidak hanya fokus pada teori, FEB Teknokrat juga menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini kepada mahasiswa.

Mahasiswa dibekali mata kuliah seperti pengantar bisnis, technopreneurship, manajemen bisnis digital, manajemen keuangan, dan pemasaran.

“Mahasiswa didorong untuk menciptakan ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Pada tahap lanjut, mereka akan mempelajari technopreneurship, di mana ide bisnis dikembangkan dengan dukungan teknologi, termasuk pembelajaran UI/UX dan dasar-dasar coding untuk membuat prototype bisnis,” tuturnya.

Lebih lanjut, ide bisnis yang dihasilkan mahasiswa akan difasilitasi melalui program inkubator bisnis. Dalam program ini, mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi industri dan mentor profesional.

Pada program ini mahasiswa mengembangkan produk untuk mereka pasarkan seperti olahan minuman dari kulit nanas, bunga telang hingga olahan mie dari singkong.

Menariknya, hasil dari pengembangan bisnis tersebut dapat dikonversikan menjadi tugas akhir sebagai alternatif pengganti skripsi dalam bentuk proyek bisnis nyata.

FEB Teknokrat juga menawarkan berbagai konsentrasi pada masing-masing program studi. 

Pada program studi manajemen, tersedia peminatan seperti manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen sumber daya manusia. 

Sementara itu, program studi akuntansi memiliki peminatan seperti audit, perpajakan serta akuntansi perusahaan untuk mempersiapkan mahasiswa untuk berkarier di berbagai bidang profesional.

Lulusan program studi akuntansi memiliki peluang karier yang sangat luas, yaitu sebagai auditor, akuntan perusahaan, maupun konsultan perpajakan. 

Sedangkan lulusan manajemen dapat berkarier sebagai manajer pemasaran, manajer keuangan, manajer SDM, hingga menjadi entrepreneur.

“Alumni kami telah tersebar di berbagai sektor, mulai dari perbankan, konsultan pajak, auditor, hingga wirausaha. Ini menjadi bukti bahwa lulusan FEB mampu bersaing di dunia kerja,” tutup Shiwi.

Salah satu alumni dari jurusan Management Universitas Teknokrat juga sudah ada yang membuka toko oleh-oleh sejak dirinya masih duduk di bangku perkuliahan.

Nadia Pratiwi selaku owner daei toko oleh-oleh keripik Lampung menceritakan, langkah beraninya memulai usaha dimulai pada Januari 2022, saat dirinya masih aktif sebagai mahasiswa. 

Kala itu, ia membuka toko pertamanya dengan skala yang masih sederhana.

“Waktu kuliah itu pada tahun 2022, tepatnya bulan Januari, kita buka toko yang pertama,” ujar Nadia.

Berbekal pengalaman membantu usaha keluarga, Nadia melihat potensi besar produk khas Lampung, khususnya olahan pisang yang selama ini menjadi salah satu identitas daerah tersebut. 

Menurutnya, banyak wisatawan yang datang ke Lampung selalu mencari buah tangan khas daerah.

“Karena dari Lampung sendiri ciri khasnya salah satunya adalah pisang. Awalnya Nadia membantu keluarga untuk menjual produk-produk ini supaya lebih cepat terjual, akhirnya Nadia memutuskan membuka toko oleh-oleh,” katanya.

Keputusan itu ternyata membuahkan hasil positif. Toko pertamanya mulai dikenal wisatawan, baik dari luar kota maupun dalam daerah. 

Banyak rombongan wisata hingga kunjungan industri yang datang dan membeli oleh-oleh di tokonya.

Melihat tingginya permintaan, Nadia kemudian memberanikan diri untuk melakukan ekspansi usaha dengan membuka toko kedua yang lebih besar pada Januari 2025. Toko kedua tersebut kini dijadikan sebagai pusat utama bisnisnya.

“Selanjutnya untuk toko kedua ini kita jadikan pusatnya, itu dibuka pada Januari 2025,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan saat toko pertama berkembang adalah keterbatasan tempat untuk menampung rombongan wisatawan dalam jumlah besar. 

Hal itu menjadi alasan utama dirinya membuka lokasi baru yang lebih luas dan representatif.

“Banyak kunjungan wisata maupun kunjungan industri yang datang. Mereka mencari lokasi yang bisa menampung banyak orang,” tambahnya.

Tak hanya mengandalkan penjualan secara langsung, Nadia juga memanfaatkan media sosial sebagai strategi pemasaran utama untuk memperluas jangkauan pasar.

“Untuk perkembangan usaha di sini, sistem pemasaran kami justru lebih banyak lewat sosial media,” ungkapnya.

Ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan di jurusan Manajemen Universitas Teknokrat pun turut membantunya dalam mengelola usaha, mulai dari strategi pemasaran hingga pengembangan bisnis.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.