Penerbangan Perdana dari Bandara Teheran Sejak Perang vs AS, Gencatan Senjata Lanjut
Noval Andriansyah April 25, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Iran - Penerbangan komersial perdana akhirnya kembali beroperasi melalui bandara di Teheran setelah perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari 2026.

Pesawat pertama lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Sabtu (25/4/2026).

Televisi pemerintah Iran melaporkan penerbangan tersebut menuju beberapa kota tujuan, yakni Istanbul di Turki, Muscat di Oman, serta Madinah di Arab Saudi.

Langkah ini menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara Iran pada awal bulan ini, setelah adanya gencatan senjata dengan Amerika Serikat yang menghentikan pertempuran aktif.

Pembukaan kembali jalur udara tersebut terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar dua putaran pertemuan dengan pimpinan militer dan politik tertinggi Pakistan usai tiba di Islamabad pada Jumat malam.

Baca juga: Situasi Hormuz Mencekam, Iran Mengamuk Tembaki Kapal Setelah Pengumuman Trump

Dikutip dari Tribunnews.com yang melansir India Today, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut delegasi Iran masih akan melanjutkan pembicaraan dengan pimpinan senior di negara itu, sementara utusan Amerika Serikat diperkirakan tiba di Islamabad pada Sabtu.

Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan dalam upaya baru menyelamatkan negosiasi gencatan senjata dengan Teheran.

Namun tak lama setelah kedatangan Araghchi, Iran menegaskan bahwa setiap keterlibatan dengan perwakilan AS tetap dilakukan secara tidak langsung. Dalam hal ini, pejabat Pakistan berperan menyampaikan pesan antara kedua pihak.

Upaya diplomatik terbaru ini muncul setelah gencatan senjata tanpa batas waktu diberlakukan. Meski berhasil menghentikan sebagian besar pertempuran, dampak ekonomi dari konflik tersebut masih terasa.

Satu di antaranya terkait gangguan pengiriman energi global akibat penutupan Selat Hormuz.

Pakistan sendiri terus berupaya mempertemukan kembali Washington dan Teheran di meja perundingan.

Upaya itu dilakukan setelah Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu awal pekan ini, menanggapi permintaan Islamabad agar diplomasi diberi waktu lebih panjang.

Araghchi dan para utusan AS sebelumnya juga sempat menggelar pembicaraan tidak langsung selama berjam-jam di Jenewa pada 27 Februari terkait program nuklir Iran, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.

Sehari setelah itu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan aksi militer terhadap Iran.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Trump memutuskan mengirim Witkoff dan Kushner ke Pakistan "untuk mendengarkan pihak Iran".

Ia juga menambahkan bahwa Washington melihat “beberapa kemajuan dari pihak Iran” dalam beberapa hari terakhir, meski tidak menjelaskan lebih jauh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.