Terkuak Modus Syekh Lecehkan Santri, Iming-iming Beasiswa ke Mesir Lalu Suruh Lepas Baju
Angel aginta sembiring April 25, 2026 05:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Terkuak modus pendakwah Syekh Ahmad Al Misry diduga lakukan pelecehan seksualke santri.

Modus Syekh Ahmad Al Misry diduga lecehkan santri ternyata dengan iming-imingi ke Mesir.

Hal ini dimanfaatkan untuk memperdaya santri yang memiliki cita-cita menjadi penghafal Alquran profesional.

TERLIBAT PELECEHAN - Syekh Ahmad Al Misry terseret kasus pelecehan terhadap santri laki-laki, pelaku diduga menggunakan narasi keagamaan untuk membenarkan perilaku yang tidak pantas. (RCTI)
TERLIBAT PELECEHAN - Syekh Ahmad Al Misry terseret kasus pelecehan terhadap santri laki-laki, pelaku diduga menggunakan narasi keagamaan untuk membenarkan perilaku yang tidak pantas. (RCTI) (Istimewa)

Berdasarkan keterangan Habib Mahdi selaku perwakilan korban, salah satu peristiwa terjadi di Purbalingga.

Saat itu, tersangka sedang bertamu di sebuah pondok pesantren dan berbincang dengan seorang santri laki-laki berusia 15 tahun.

Baca juga: FAKTA Guru dan Murid di Aceh Berkelahi Dalam Kelas, Video Baku Jambak Viral Ternyata Akting

Tersangka menawarkan bantuan agar santri tersebut bisa menempuh pendidikan di Mesir guna mendapatkan sanad hafiz Alquran.


Tawaran tersebut kemudian berlanjut pada permintaan pemeriksaan fisik yang tidak wajar.

Tersangka meminta korban untuk menanggalkan pakaiannya dengan alasan prosedur standar sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

"Namanya anak umur 15 tahun, enggak pernah ke luar negeri suruh cek fisik. Apa cek fisiknya?

Buka baju, mau lihat ada tatonya enggak, ada cacat enggak, dan sebagainya," ungkap Habib Mahdi.

Meski korban sempat merasa ragu dan menolak saat diminta membuka bagian pakaian lainnya, tekanan dari tersangka membuat korban akhirnya menuruti permintaan tersebut. 

DI momen inilah diduga terjadi tindakan pelecehan fisik secara langsung.

Baca juga: BREAKING NEWS: Suasana di Rumah Duka Praka Rico Pramudia, Anggota TNI AD yang Gugur di Lebanon

"Mohon maaf, alatnya dipegang ya.

Sudah kejadian, korban diberangkatin karena janjinya," lanjut Habib Mahdi.

Modus tersangka ternyata tidak berhenti pada pemeriksaan fisik semata.

Setelah korban dibawa ke Jakarta dan menginap di kediaman tersangka, tindakan penyimpangan lain kembali terjadi.

Kali ini, tersangka menggunakan dalih teknis keagamaan untuk melancarkan aksinya.

Habib Mahdi menjelaskan bahwa tersangka melakukan tindakan asusila pada bagian wajah korban.

Alasan yang diberikan kepada santri tersebut adalah sebagai metode agar lisan sang santri menjadi lebih fasih dalam melafalkan ayat-ayat suci.

Baca juga: Polisi Kepung Rumah yang Dijadikan Tempat Pengedaran Sabu di Kota Binjai, Tiga Orang Diringkus


"Waktu di Jakarta, rumahnya si Ahmad Misry ini itu korban yang sama juga dilu*ut bibirnya karena katanya supaya fasih," jelas Habib Mahdi.

Pihak korban juga memiliki bukti kuat berupa rekaman video berdurasi sembilan detik.

Dalam video tersebut, terdengar tersangka berusaha meyakinkan korban bahwa tindakan yang dilakukannya memiliki dasar sejarah.

Tersangka diduga mencatut nama Nabi Muhammad SAW dan Sayyidina Ali untuk menormalisasi perilaku menyimpang tersebut di mata korban.

"Ada satu video yang singkat ya. Kurang lebih durasinya 9 detik. Itu kalimat bahwa 'Syekh, kenapa demikian'. Lalu si Syekh itu mengatakan, 'enggak apa-apa kok, Nabi Muhammad dengan Sayyidina Ali pun melakukan hal yang seperti itu' gitu," terang Habib Mahdi

Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri kini tengah mendalami seluruh kesaksian dan bukti video yang telah diserahkan.

Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap SAM sudah melalui mekanisme gelar perkara yang sah.

"Dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan terhadap korban, penyidik telah melakukan proses penyidikan oleh Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri," jelasnya.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.