TRIBUNJAMBI.COM - Aparat kepolisian tengah menyelidiki kasus dugaan teror bom molotov yang menyasar rumah Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kades Hoho (Welas Yuni Nugroho), Kepala Desa Purwasaba di Banjarnegara, awalnya viral karena penampilannya yang penuh tato mirip Yakuza.
Kades Hoho dikenal dermawan dengan membangun desa memakai uang pribadinya.
Belakangan ini, namanya kembali menjadi sorotan publik setelah menjadi korban pengeroyokan pada Maret 2026 dan teror bom molotov yang menghanguskan mobilnya pada April 2026.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 04.10 WIB dan mengakibatkan mobil Honda Civic Turbo milik kepala desa, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf, terbakar di bagian garasi rumahnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, pelaku diduga lebih dulu menyiram kendaraan dengan cairan mudah terbakar sebelum melempar api.
Aksi pelaku terekam kamera CCTV di sekitar rumah korban. Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku melemparkan cairan yang diduga tiner, lalu disusul dengan sumber api ke arah mobil.
"Apinya langsung besar karena mobil sudah dilumuri tiner. Saya sempat lihat CCTV, tak lama kemudian terdengar suara ledakan kecil dan api sudah membumbung tinggi sampai ke atap garasi," jelasnya.
Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda listrik melalui gang di samping rumah korban.
Korban sempat berniat mengejar, namun mengurungkan niatnya karena mempertimbangkan keselamatan keluarga di dalam rumah.
Api kemudian berhasil dipadamkan secara manual oleh korban bersama istrinya sebelum warga berdatangan dan membantu proses pemadaman.
Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, AKP Sugeng Tugino, mengatakan korban baru mengetahui kejadian tersebut setelah melihat asap dari arah garasi.
Saat itu, korban langsung berteriak meminta pertolongan kepada istrinya dan warga sekitar.
Menindaklanjuti laporan yang diterima, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP bersama tim Inafis.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sisa kain dan potongan kayu sepanjang sekitar 50 sentimeter yang diduga digunakan dalam aksi pembakaran.
"Dimungkinkan itu bensin, cuma belum kami cek apakah itu disiram dulu ataupun bersamaan," ujar AKP Sugeng Tugino kepada Tribunjateng.com.
Selain itu, polisi juga menemukan adanya kamera CCTV di sekitar lokasi, namun saat kejadian berlangsung perangkat tersebut dalam kondisi tidak aktif.
Untuk mendalami kasus ini, tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Tengah turut diterjunkan guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi.
"Kami mohon doanya, semoga bisa membuat terang pelaku, bisa menangkap, ataupun mengungkap motif daripada penyiraman dan pembakaran mobil milik Kepala Desa Purwasaba, saudara Hoho," jelasnya.
Sementara itu, korban menduga aksi teror tersebut berkaitan dengan konflik yang tengah berlangsung di lingkungan desa.
"Saya yakin pelaku sudah mengamati situasi rumah. Dia beraksi tepat saat suasana mulai sepi setelah saya selesai begadang bersama warga," ungkap Hoho.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya motif terkait proses penjaringan perangkat desa yang belakangan memanas.
"Saya tetap kukuh menjalankan proses sesuai aturan hukum. Kalau ada yang tidak puas, harusnya lewat jalur hukum seperti PTUN, bukan dengan cara pengecut seperti ini," ucap Hoho.
Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut.
Baca juga: Rekonstruksi Rudapaksa Remaja di Jambi, Terungkap Peran 3 Polisi yang Hanya Disanksi Etik
Baca juga: Diduga Cabuli Siswi di Toilet, Guru PPPK di Sungai Penuh Terancam Hukuman Berat