Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Kuala Lumpur
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rakyat Malaysia melalui berbagai lembaga donor kembali memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang pada November 2025.
Bantuan kali ini berupa pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas banjir di Pidie Jaya sebanyak 10 unit rumah yang disalurkan melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh.
Bantuan dalam bentuk uang diserahkan secara simbolis oleh masing-masing donatur kepada Khalid SPdI, Ketua Satgas Penangulangan Bencana Kadin Aceh yang hadir dalam acara Cancer Survivors Malaysia (CSM) yang bertajuk 'Aku Ingin Hidup: Kanser bukan satu kematian'.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Bangi Resort, Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia, Sabtu (25/4/2026). Pada malam nanti akan dilanjutnya CSM Gala Night.
Sebelumnya, CSM telah turun langsung ke lokasi banjir di Aceh untuk menyalurkan 17 ton bantuan kemanusiaan pada Sabtu (3/1/2026).
Saat itu, bantuan dari lembaga kanker ini hanya difokuskan untuk tiga daerah yaitu Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
Pendistribusian dipimpin langsung oleh Presiden CSM Zuraini Kamal bersama rombongan yang difasilitasi oleh pengurus Kadin Aceh.
Khalid mengatakan pembangunan huntap merupakan bantuan lanjutan dari berbagai lembaga di Malaysia yang peduli terhadap kemanusiaan. Rumah yang dibangun tipe 36+ dengan biaya perumah 250.000 Ringgit.
"Bantuan huntap ini merupakan hasil pengalanganan yang dilakukan CSM. Total ada 10 unit rumah yang terkumpul dengan biaya satu rumah 250.000 Ringgit," kata Khalid.
Baca juga: Selain BNPB, Pihak Swasta Juga Bangun Puluhan Huntap di Bireuen
Dalam acara pengalanganan tersebut, ada banyak lembaga yang ikut berpartisipasi.
Setiap lembaga ada yang menyumbang satu rumah dan bahkan lebih.
"Atas nama rakyat Aceh, saya sampaikan terima kasih kepada para donatur. Bantuan ini sangat dinantikan oleh masyarakat korban banjir, terutama mereka yang sudah kehilangan rumah," ucap dia.
Khalid yang juga anggota DPRA Fraksi Golkar ini mengungkapkan Kadin Aceh akan mengawal proses pembangunan huntap dari awal hingga akhir nantinya.
Pada bagian akhir, Khalid berharap hubungan baik ini akan terus terbina ke depan.
Apalagi sejak dahulu Aceh memiliki hubungan emosional dan kebatinan yang kuat dengan Malaysia.(*)