Pemerintah Abdya Cetak Dua Rekor MURI di Meusaraya Toet Lemang HUT Ke-24 Abdya
Nur Nihayati April 25, 2026 05:39 PM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia 
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 


SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mencetak dua rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada pelaksanaan Meuseraya Toet Lemang, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 kabupaten setempat.

Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Abdya bersama unsur Forkopimda, BUMN, BUMD, serta masyarakat secara massal membakar lemang sebanyak 15 batang dan menyediakan Tape sebanyak 34 ribu bungkus.

Kegiatan Meuseraya Toet Lemang tersebut dilaksanakan di bantaran sungai Krueng Beukah tepatnya di Gampong Lhung Asan dan Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Sabtu (25/4/2026).

Costumer Relation MURI, Luhtfi Syah Pradana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Abdya telah berhasil mencetak prestasi dengan membakar lemang 15 ribu batang dan Tape sebanyak 34 ribu bungkus.

"Setelah kita melakukan perhitungan dan memverifikasi atas sajian lemang dan tape yang di klaim terbanyak di Indonesia. 

Maka dari hasil itu, MURI memtusukan dan mencatatkan Abdya sebagai rekokr dunia," kata Luthfi Syah Pradana. 

Ia juga mengucapkan selamat kepada masyarakat Abdya atas torehan prestasi yang telah tersebut. 

Baca juga: PERSAGI Raih Rekor MURI Edukasi Gizi Serentak Terbesar di Indonesia, Cetak Sejarah di HGN Ke-66

"Semoga, dengan rekor dunia ini, Abdya kedepan semakin maju dan lebih berkembang. 

Dengan segala kerendahan hati. Izinkan kami menyerahkan piagam penghargaan sajian lemang dan tape terbanyak di dunia ini kepada pemerintah Kabupaten Abdya," tutupnya.

Bupati Abdya Safaruddin menyampaikan bahwa perayaan ini mengusung semangat kemandirian Sumber Daya Manusia (SDM). 

Pada tahun kedua kepemimpinannya, ia menegaskan visi pembangunan melalui tagline "Arah Baru Abdya Maju"

Ia menyebutkan, kegiatan Meuseraya Toet Lemang massal ini bukan sekedar mengejar rekor, melainkan bentuk refleksi atas kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. 

Baca juga: Kado Indah HUT Ke-24, Kota Langsa Terima Penghargaan Rekor Muri dan FLA

"Tradisi membakar lemang yang biasanya dilakukan pada hari-hari besar Islam kini diangkat menjadi simbol pemersatu masyarakat," kata Safaruddin.

Selain aspek budaya, acara ini juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. 

Dengan keterlibatan UMKM dan penggunaan bahan baku lokal seperti ketan, kelapa, dan daun pisang dalam jumlah besar, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai miliaran rupiah dalam satu kegiatan saja.

"Kami juga memastikan bahwa belasan ribu lemang tersebut tidak akan mubazir, karena dibagikan kepada seluruh warga yang hadir untuk dinikmati bersama maupun dibawa pulang ke kampung halaman," ucapnya.

Usai menerima piagam penghargaan dari MURI, Safaruddin mengungkapkan terima kasih kepada seluruh baik, mulai dari unsur vertikal Forkopimda, BUMN, BUMD, pemerintah kecamatan, gampong, dan seluruh masyarakat Abdya.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras kita semua, akhirnya Tape dan Lemang berhasil meraih rekor MURI. Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih. Mari berkolaborasi dalam memajukan Kabupaten Abdya," pungkas Safaruddin. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.