Hizbullah Beralih ke Taktik Perang Gerilya, Pukul Telak Israel hingga Keluarnya Perintah Evakuasi
Hadiyya QurrataAyyuun April 25, 2026 05:42 PM

Hizbullah berupaya menjebak Israel dalam perang darat di Lebanon selatan melalui taktik gerilya, dengan tujuan menimbulkan kerugian besar.

Bahkan, membuat militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi segera.

Mengutip Palestine Chronicle dan The Times of Israel pada (25/4), meski sempat ada gencatan senjata 10 hari, Israel dilaporkan berulang kali melanggarnya, memicu respons keras dan terukur dari Hezbollah.

Lantas, Hizbullah kemudian meningkatkan serangan asimetris, termasuk penggunaan IED dan pengintaian drone.

Di mana, yang diklaim telah menimbulkan korban di pihak Israel dan menciptakan tekanan psikologis di lapangan.

Hizbullah juga menegaskan tidak akan kembali ke status quo lama dan akan terus melawan hingga pendudukan dihentikan.

Dengan kemampuan yang kini lebih canggih, Hizbullah dinilai mampu mengulang bahkan melampaui taktik masa lalu.

Menjadikan Lebanon selatan sebagai medan yang berisiko tinggi bagi pasukan Israel.

Terkini pada serangan Jumat (24/4/2026) waktu setempat, Hizbullah dan Israel kembali saling serang di Lebanon selatan meski gencatan senjata diperpanjang.

Israel mengklaim menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dan menghancurkan banyak target.

Sementara Hizbullah terus melancarkan roket dan drone sebagai respons atas dugaan pelanggaran Israel.

Militer Israel juga melakukan serangan balasan, perintah evakuasi dikeluarkan, serta mencegat drone.

Sementara Hizbullah mengaku menyerang pasukan IDF di beberapa titik.

Kedua pihak saling tuding melanggar gencatan senjata, membuat situasi tetap memanas.

Di tengah itu, muncul kritik internal di Israel terhadap kebijakan gencatan senjata, sementara Lebanon menolak normalisasi dengan Israel.

Secara keseluruhan, konflik tetap berlanjut meski ada kesepakatan damai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.