TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Memasuki kalender akademik semester 2025/2026 Genap, Universitas Terbuka (UT) Majene menggelar kegiatan strategis bertajuk "Penyapaan Tutorial". Acara yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 24 April 2026.
Bertujuan untuk menyelaraskan persepsi mahasiswa mengenai sistem pembelajaran jarak jauh yang efektif dan efisien.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si. Dalam sambutannta, Devi menekankan bahwa kunci keberhasilan kuliah di UT adalah kemandirian yang terukur.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP, Kegiatan 7.5: Menganalisis Teks Persuasi
Baca juga: Tiga Bos Travel Ini Mangkir dari Panggilan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
"Penyapaan ini adalah bentuk layanan prima kami agar mahasiswa tidak merasa berjalan sendirian. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memahami hak dan kewajibannya selama mengikuti tutorial agar hasil studi yang dicapai maksimal," jelas Devi Ayuni di hadapan partisipan virtual.
Kegiatan yang dipandu oleh Ananda Risky Khalik, S.Si. ini menghadirkan Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Majene, Fitriadi Nurdin, S.Kom., M.M.S.I., sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, Fitriadi mengupas tuntas teknis pelaksanaan Tutorial Tatap Muka (TTM) dan Tutorial Web (Tuweb) yang sedang berjalan.
Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah mengenai kontribusi nilai.
Fitriadi menjelaskan bahwa nilai tutorial hanya akan berkontribusi terhadap nilai akhir mata kuliah jika mahasiswa memperoleh nilai Ujian Akhir Semester (UAS) minimal 30.
Oleh karena itu, persiapan matang sejak masa tutorial sangatlah menentukan.
Terkait teknis pelaksanaan, Fitriadi memaparkan aturan kehadiran yang ketat.
Mahasiswa diwajibkan hadir minimal 80 persen dari total delapan kali pertemuan.
"Jika kehadiran di bawah batas minimum tersebut, maka nilai tutorial tidak akan diperhitungkan, yang tentu saja akan merugikan mahasiswa itu sendiri," ungkap Fitriadi.
Dia juga mengingatkan pentingnya pengerjaan tiga tugas wajib pada pertemuan ke-3, 5, dan 7 yang memiliki bobot besar terhadap nilai tutorial.
Selain masalah teknis, integritas akademik menjadi sorotan utama dalam materi yang disampaikan.
Mahasiswa diingatkan untuk menjunjung tinggi kejujuran dengan tidak melakukan tindakan plagiarisme dalam bentuk apa pun.
Fitriadi menegaskan bahwa sistem evaluasi di UT sangat ketat dalam memantau kesamaan jawaban antar mahasiswa.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi, terutama mengenai cara mengoptimalkan penggunaan materi dalam Buku Materi Pokok (BMP) sebagai referensi utama menjawab tugas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UT Majene berharap seluruh mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan akademik di semester genap ini dengan penuh optimisme dan integritas. (*)