Menjaga Warisan Sejak 1957, Batik Hadipriyanto Konsisten Produksi Motif Khas Banyumasan
Rustam Aji April 25, 2026 10:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS – Di tengah gempuran tren busana modern, Batik Hadipriyanto membuktikan eksistensinya sebagai salah satu penjaga api literasi budaya di Kabupaten Banyumas. 

Berdiri sejak tahun 1957, usaha yang berawal dari industri rumahan di Bobotsari, Purbalingga ini, kini telah berkembang menjadi pusat produksi batik terkemuka di Jalan Meruyung, Banyumas.

Batik Hadipriyanto dikenal karena kesetiaannya mempertahankan karakteristik batik pedalaman. Berbeda dengan batik pesisir yang cerah, batik Banyumasan di tempat ini memiliki ciri khas pola yang besar, tegas, dan warna yang cenderung gelap.

"Motif andalan kami adalah lumbon dan serayon. Ciri khasnya memang polanya besar dan tegas, mencerminkan karakteristik masyarakat Banyumas," ujar Ara (18), konten kreator Batik Hadipriyanto, Kamis (23/4/2026).

Produksi Massal hingga Custom Kelas Atas

Dalam sebulan, tempat ini mampu memproduksi antara 500 hingga 1.000 helai kain. Proses pembuatannya pun sangat bervariasi tergantung kerumitannya.

Baca juga: Dongkrak Produksi Susu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Inginkan Kontes Sapi Perah  

Untuk batik tulis murni, pengrajin membutuhkan waktu hingga tiga bulan, sementara batik cap memakan waktu satu bulan, dan batik sablon dapat diselesaikan hanya dalam satu minggu.

2026060425-BATIK KHAS BANYUMAS
KHAS BANYUMAS - Batik Hadipriyanto membuktikan eksistensinya

Harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan menjangkau berbagai kalangan. Konsumen bisa mendapatkan kain batik mulai dari harga Rp50.000 hingga koleksi premium di atas Rp1 juta.

"Harga menyesuaikan tingkat kesulitan. Kami juga menyediakan kain tenun, lurik, serta menerima pesanan custom untuk acara-acara khusus seperti pernikahan," tambah Ara.

Berdayakan Pengrajin Lokal

 Kekuatan utama dari Batik Hadipriyanto terletak pada tenaga kerjanya yang merupakan penduduk lokal Banyumas. Para pengrajin bekerja setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB menggunakan alat tradisional seperti canting dan malam (lilin) di atas kain mori.

Ratna (43), seorang pelanggan setia asal Purwokerto, mengaku selalu kembali ke toko ini karena kualitas dan motifnya yang otentik.

"Saya sering beli di cabang Jalan Brigjen Katamso. Selain harganya terjangkau, motifnya sangat khas Banyumas. Saya juga pernah pesan untuk seragam keluarga dan hasilnya sangat memuaskan," katanya.

Baca juga: Akui Inisiatif Pribadi, Debt Collector Pembuat Laporan Palsu Damkar Semarang Resmi Meminta Maaf

Senada dengan Ratna, Teguh (36) asal Purbalingga, kerap memburu kain lurik di tempat ini untuk kebutuhan seragam karyawannya. Menurutnya, koleksi kain di Batik Hadipriyanto tergolong lengkap dan memiliki kualitas benang yang baik.

Fasilitas Belanja Lengkap Tak hanya menjual kain dan pakaian, Batik Hadipriyanto juga bertransformasi menjadi pusat oleh-oleh dengan menyediakan berbagai produk pendukung seperti seprai, kebaya, sandal, aksesori, hingga jajanan dan suvenir khas daerah.

Bagi wisatawan atau masyarakat yang ingin berkunjung, pusat produksi di Banyumas dan cabang di Purwokerto buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Khusus untuk cabang Purwokerto, toko tutup pada hari Minggu. (mahasiswa magang Unsoed)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.