TRIBUNJATIM.COM - Seorang diduga debt collector pinjaman online (pinjol) melakukan laporan fiktif berupa kebakaran kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dua unit armada bahkan sudah dikerahkan ke tempat yang dilaporkan, sebelum diketahui tidak ada kebakaran di lokasi tersebut, Kamis (23/4/2026).
Lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran yakni sebuah warung nasi goreng di wilayah Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Sosok yang melakukan prank kepada terhadap Damkar Kota Semarang itu berinisial F.
Ia sempat mengaku tengah berada di Surabaya.
Namun, dari hasil penelusuran menunjukkan, lokasi terakhir nomor pelapor berada di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Perkara ini telah dilaporkan Damkar Kota Semarang ke Polrestabes Semarang.
F sempat berkominukasi dengan petugas Damkar Kota Semarang sebelum akhirnya menghapus percakapan dan menghilang.
Baca juga: Tawa Pasutri Curanmor Berubah Pahit, Kejutan Ulang Tahun Ternyata Cuma Prank dari Polisi
Dalam tangkapan layar percakapan, F awalnya melaporkan adanya kebakaran di warung nasi goreng wilayah Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat.
“Selamat sore pak mohon bantuannya saya ngadi (Adi) minta bantuan pak, tempat usaha saya terbakar pak Alamat Jl. Wr. Supratman Ngemplak Simongan, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Tolong saya pak,” tulis F, dikutip dari Tribun Jateng, Jumat (24/4/2026).
Pihak Damkar lantas melakukan penagihan, namun tak direspons dan dibalas melalui pesan singkat.
“Hubungi kontak saya yang satunya ini pak (nomor dari penghutang),” ujarnya.
Petugas Damkar kemudian menanyakan alasan F tak merespons panggilannya. F pun kembali membalas.
F mengaku sebagai karyawan di warung tersebut. Ia tengah panik mencari pertolongan.
“Langsung ke alamat pak beliau lagi panik pak, saya karyawannya pak ,ini lagi cari pertolongan terdekat,” tulis F dibarengi mengirimkan tautan lokasi.
Baca juga: Korban Prank Ambulans untuk Tagih Pinjol Ngaku Cuma Ngutang Rp 1 Juta Tapi Diminta Bayar Rp 14 Juta
Menindaklanjuti laporan itu, Damkar Kota Semarang langsung menerjunkan personel ke lokasi.
Namun, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya kebakaran seperti yang dilaporkan.
Masih dalam percakapan itu, F akhirnya mengakui kesalahannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada petugas Damkar Kota Semarang.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak damkar,” tulisnya.
Pihak Damkar kemudian meminta F datang langsung ke Kantor sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Akan tetapi, F menolak dengan alasan berada di luar kota. Ia mengaku tengah di Surabaya.
“Saya terlalu jauh pak, dari Surabaya,” tulis F.
Pihak Damkar pun tetap meminta kehadiran F dan memberinya tenggat waktu 2x24 jam.
“Kami tunggu dalam 2 x 24 jam kedatangan anda di kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Apabila tidak, akan kami teruskan ke jalur hukum,” tulis pihak Damkar.
F pun menyatakan kesiapannya bertanggung jawab, akan tetapi tidak memberikan kepastian untuk hadir.
“Saya terlalu jauh pak. Dari Surabaya, Iya pak, saya tanggung jawab. Saya minta maaf kepada pihak damkar,” tulisnya.
Setelahnya, percakapan itu dihapus dan nomor F tidak lagi dapat dihubungi.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan penghapusan chat memperkuat dugaan tidak adanya itikad baik dari pelapor.
“Chat sempat dihapus, nomor juga sudah tidak aktif. Tapi kami sudah simpan screenshot sebagai bahan laporan,” ujarnya.
Baca juga: Hukuman untuk Debt Collector Pinjol yang Prank Ambulans untuk Tagih Utang, Minta Korban Lapor
Tantri menjelaskan, laporan kebakaran itu masuk pada Kamis sekira pukul 17.10 WIB.
Laporan itu masuk melalui layanan pengaduan WhatsApp Damkar Kota Semarang.
Pelapor menyebut terjadi kebakaran di sebuah warung nasi goreng.
Ternyata, laporan itu fiktif. Tantri menyatakan, itu merupakan ulah debt collector pinjol.
"Jadi, ini ceritanya tadi itu ada laporan ke sini melalui 113, WA-nya Damkar. Ternyata itu DC Pinjol."
"Jadi itu diteror sama DC Pinjol, terus melaporkan kalau warung nasi goreng itu kebakaran," kata Tantri dihubungi TribunJateng.com.
Tantri melanjutkan, debt collector itu melakukan laporan fiktif untuk menakut-nakuti penjual nasi goreng.
"Yang lapor itu DC-nya, cuma buat nakut-nakuti (penjual nasi goreng) aja," ucapnya.
Dalam kejadian itu, Damkar Kota Semarang mengerahkan dua unit armada dengan total sekira 12 personel.
"Tadi (kami terjunkan) dua armada. Satu armada itu enam orang, berarti (total) 12 orang," sebutnya.