- Presiden AS Donald Trump mendadak membatalkan pembicaraan gencatan senjata dengan Iran pada Sabtu (25/4).
Terkait pembatalan tersebut, Iran mengklaim memegang semua kartu.
Bahkan Iran siaga tinggi seusai Trump membatalkan negosiasi gencatan senjata itu.
Utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner batal bertolak ke Islamabad.
Pembatalan itu disampaikan Trump pada menit-menit terakhir sebelum pembicaraan negosiasi dengan para pemimpin Iran.
Adapun Trump membatalkan dengan alasan "pertikaian internal" di antara kepemimpinan Iran.
Oleh sebab itu, Trump mengatakan para utusan AS membuang terlalu banyak waktu untuk bertolak ke Pakistan.
Trump menegaskan bahwa posisi AS saat ini sangat kuat dalam negosiasi tersebut.
Ia merasa tidak perlu mengejar pihak Iran dan justru menunggu mereka yang bergerak terlebih dahulu.
Sementara, pembatalan negosiasi gencatan senjata ini membuat militer Iran siaga tinggi.
Bahkan Iran mengatakan bahwa pihaknya memegang semua kartu terakhir di tengah peperangan dengan AS.