TRIBUNJOGJA.COM - Merespons dinamika geopolitik global yang mulai berdampak pada stabilitas ekonomi dalam negeri, DPD PKS Kota Yogyakarta meluncurkan gerakan ketahanan bagi seluruh kadernya.
Gerakan ini ditekankan dalam momentum Halalbihalal sekaligus perayaan Milad ke-24 PKS yang digelar di Taman Legawong, Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Minggu (26/4/26).
Ketua DPD PKS Kota Yogyakarta, Triyono Hari Kuncoro mengungkapkan, agenda ini bukan sekadar silaturahmi rutin antar kader selepas hari raya Idulfitri tempo hari.
Lebih dari itu, pihaknya hendak membawa misi khusus mengenai pentingnya ketahanan ekonomi, pangan, hingga energi bagi masyarakat perkotaan.
"Milad ke-24 PKS ini titik tekannya adalah ketahanan. Kita tahu gejolak global mulai terasa, mulai dari potensi kenaikan harga bahan bakar hingga listrik. Maka, kita siapkan kader dan anggota untuk tidak boros konsumsi," ujarnya.
Pantauan di lokasi, acara bertajuk "Milad Berdaya" ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan produktif, seperti senam bersama, hiburan nasyid acapella, hingga stan Bazaar UMKM sebagai wujud penguatan ekonomi lokal.
Namun, yang menjadi perhatian utama adalah pembagian bibit tanaman kepada para kader, sebagai upaya konkret membangun ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
"Untuk di Kota Yogyakarta, pertanian memang cukup tricky karena lahan terbatas. Maka kami mengimbau kader untuk melakukan tani mandiri dengan metode pertanian perkotaan," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan ruang-ruang sempit di pekarangan rumah harus dioptimalkan untuk menanam komoditas yang memiliki masa panen cepat.
Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah harus mulai dikurangi sedikit demi sedikit, sebagai langkah preventif menghadapi krisis.
"Kita tidak bisa terus mengandalkan stok dari luar kota, suatu saat bisa habis jika tidak dikelola. Dengan menanam sendiri, minimal kita punya stok yang bisa dipanen cepat untuk konsumsi mandiri saat terjadi krisis pangan," urai Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta tersebut.
Selain pangan, PKS Kota Yogyakarta juga mengampanyekan gerakan hemat energi untuk menyikapi situasi geopolitik global yang semakin tak menentu.
Kader diminta mulai bijak dalam menggunakan sumber daya listrik dan energi lainnya sebagai bentuk adaptasi terhadap potensi lonjakan harga energi di masa depan.
"Setidaknya ada dua poin utama hari ini, mempererat silaturahmi dan mengikuti arahan pusat untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga," pungkasnya. (aka)