Perjuangan UMKM Tarakan Urus Sertifikasi Halal, Nining Sundawati Kini Kantongi 10 Produk Sekaligus
Amiruddin April 26, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Di tengah ramainya gelaran Kalimantan Utara Sharia Festival (Khasafa) 2026, satu sudut bazaar menghadirkan kisah menarik tentang konsistensi dan perjuangan pelaku UMKM dalam menembus pasar yang lebih luas.

Di sanalah, Nining Sundawati, pemilik usaha kuliner “Balamok”, berbagi cerita tentang perjalanan usahanya mengurus sertifikasi halal, sebuah proses yang tak instan, namun penuh pembelajaran.

Di balik deretan produk olahan laut yang tertata rapi di mejanya, Nining mengisahkan bahwa dirinya sudah tiga kali mengurus sertifikasi halal sejak pertama kali memulai usaha.

“Sudah tiga kali mengurus,” ujarnya membuka cerita, kepada TribunKaltara.com di Tarakan, Minggu (26/4/2026).

 

Nining Sundawati, owner Balamok
DILENGKAPI SERTIFIKASI HALAL - Nining Sundawati, owner Balamok saat diwawancarai media terkait perjalanan panjang mengurus sertifikasi halal untuk berbagai produk UMKM yang ia pasarkan. Begini perjuangan UMKM Tarakan urus sertifikasi halal, kini Nining Sundawati kantongi 10 produk sekaligus. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH

Baca juga: Bank Indonesia Kaltara Bidik Transaksi Rp3 Miliar di Road to Khasafa 2026

Perjalanan itu dimulai pada 2017. 

Saat itu, ia baru memiliki lima produk yang diajukan untuk sertifikasi halal. 

Produk-produk tersebut didominasi olahan ikan, seperti keripik ikan tipis, sambal balado, hingga olahan teri.

“Waktu pertama mengurus itu sekitar lima item, dan itu berlaku sampai empat tahun,” katanya.

Seiring waktu berjalan, masa berlaku sertifikasi tersebut pun habis. 

Nining Sundawati harus kembali mengurus ulang, sekaligus menambah jumlah produk yang diajukan.

“Setelah habis, saya urus lagi, sudah mulai tujuh item,” lanjutnya.

Namun, perjalanan tidak berhenti di situ. 

Pada pengurusan terakhir yang rampung pada Desember lalu, Nining Sundawati berhasil mendapatkan sertifikasi halal untuk 10 produk sekaligus jumlah maksimal dalam satu kali pengajuan.

Menariknya, kali ini sertifikasi yang ia dapatkan berlaku seumur hidup.

“Yang terbaru ini Alhamdulillah sudah seumur hidup, dan langsung 10 item,” ungkap Nining Sundawati dengan nada lega.

Produk-produk yang disertifikasi pun ia kelompokkan secara khusus, terutama untuk olahan berbahan dasar hasil laut. 

Mulai dari keripik ikan tipis dengan varian original dan pedas, keripik teri, hingga berbagai jenis sambal seperti sambal balado dan sambal teri.

“Yang 10 ini memang saya khususkan untuk produk berbahan ikan. 

Ada keripik ikan tipis, teri, sama sambal-sambal,” jelasnya.

Padahal secara keseluruhan, Nining Sundawati mengaku memiliki lebih dari 20 jenis produk. 

Artinya, masih ada sekitar separuh produknya yang belum bersertifikat halal dan masih dalam proses pengurusan.

“Total mungkin ada 20-an produk, jadi sisanya masih progres lagi,” kata Nining Sundawati

Meski terlihat panjang dan berulang, proses sertifikasi halal yang dijalaninya tidak selalu membebani secara biaya. 

Nining Sundawati mengaku sangat terbantu dengan dukungan dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah gratis, karena dibantu. 

Yang pertama dulu dibantu dari industri, lalu yang kedua dari Kementerian Agama, dan yang terakhir ini dibantu Telkom,” ujar Nining  

 

Baca juga: Breaking News, Road to Khasafa 2026 Resmi Dibuka di Tarakan, 36 UMKM Lokal Tanpa Menu Kembar

Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi pelaku UMKM seperti dirinya, yang ingin berkembang namun terbatas dari sisi modal.

Lebih dari sekadar label, sertifikasi halal kini menjadi nilai tambah yang sangat penting di mata konsumen. 

Nining Sundawati merasakan langsung dampaknya terhadap kepercayaan pembeli.

“Kalau sudah halal, orang lebih senang,” ucap Nining Sundawati singkat, namun penuh makna.

Bagi Nining, perjalanan panjang ini bukan hanya tentang memenuhi kewajiban, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.