Klarifikasi Pelatih Madura United yang Ganti Junior Brandao seusai Cetak Gol saat Lawan Dewa United 
Januar April 26, 2026 03:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pertanyaan besar muncul terhadap keputusan pelatih karteker Madura United, Rakhmat Basuki mengganti striker andalannya, Junior Brandao awal babak kedua ketika menghadapi Dewa United di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (25/4/2026).

Pasalnya, sepanjang babak pertama, Junior Brandao tampil memukau. Berhasil menciptakan ancaman pertahanan lawan, termasuk satu gol menit 7 yang memaksa laga berakhir 1-0 untuk Madura United di babak pertama.

Keputusan mengganti Junior Brandao awal babak kedua berakibat fatal. Lemahnya lini serang Madura United, justru membuat Dewa United berbalik menekan.

Puncaknya, Dewa United menciptakan dua gol penentu kemenangan yang dicetak Ricky Kambuaya menit 49, 52.

"Tidak ada pilihan lain selain mengganti Junior Brandao. Karena kalau dipaksakan main, dia bisa absen sampai akhir musim," kata Rakhmat Basuki.

"Menit 25 sudah bilang ke saya, sudah mulai merasa sakit di bagian otot paha, tapi dia berusaha melawan rasa sakit itu hingga babak pertama selesai," tambahnya.

Begitu masuk ruang ganti jeda babak pertama, Junior Brandao kata Rakhmat Basuki menyampaikan ketidak sanggupan lagi melanjutkan pertandingan.

"Akhirnya kami masukkan Requelme. Begitupun juga dengan Requelme dan Lulinha, mereka bermain dengan melawan rasa sakit. Karena mereka tahu betul tim ini butuh poin," terang Rakhmat Basuki.

Baca juga: Kecewa Timnya Kalah dari Dewa United, Suporter Madura United Percaya Tim Bisa Lolos dari Degradasi

Badai cedera memang menjadi ancaman serius memasuki pekan-pekan krusial akhir kompetisi.

Jadwal padat, juga minimnya rotasi pemain inti, menjadi tantangan tersendiri tim pelatih menjaga kebugaran pemain.

"Dan sekarang kami berburu dengan waktu. Kami hanya punya waktu sehari latihan di Madura, senin sudah berangkat ke Padang, karena hari Rabu sudah main lawan Padang," kata Rakhmat Basuki.

"Dan itu juga pertandingan sangat penting, jadi kami harus ambil keputusan (pergantian pemain) ini," pungkasnya.

Imbas kalah 1-2 dari Dewa United, Madura United belum bisa keluar dari zona degradasi. Ada di peringkat 16 dengan poin 26. Selisih satu poin dengan Persis Solo di peringkat 15.

Berjarak lima poin dengan PSM Makassar dan Persijap yang di peringkat 14 dan 13 yang sama-sama mengoleksi 31 poin.

Semua kemungkinan masih bisa terjadi, karena kompetisi masih menyisakan lima pertandingan lagi.

Pemain Madura United, Gio Numberi mengaku kekalahan 1-2 dari Dewa United menjadi pelajaran penting.

Berharap bisa bangkit lima laga sisa, terdekat menyambangi kandang Semen Padang, Rabu (29/4/2026) mendatang di Stadion H. Agus Salim, Padang.

"Tentunya ini (kekalahan dari Dewa United) hasil yang bukan kami inginkan. Tapi semoga dari hasil ini kami bisa belajar lebih baik di pertandingan berikutnya," kata Gio Numberi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.