LINGGA, TRIBUNBATAM.id – Suasana malam di depan gedung eks PT Timah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berbeda dari biasanya.
Riuh percakapan perlahan mereda, berganti suasana hening saat tarian bertajuk “Tin From Singkep Island” mulai dipentaskan, Sabtu (25/4/2026) malam.
Sorot lampu panggung yang memerah menyapu area pertunjukan, menciptakan nuansa dramatis.
Di tengah cahaya yang berubah-ubah, para penari mulai bergerak perlahan, menghadirkan kisah yang tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dirasakan.
Karya tari ini membawa penonton menyusuri jejak panjang sejarah timah di Pulau Singkep, sebuah masa ketika tambang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat.
Setiap gerakan seolah merekam perjalanan waktu, dari kejayaan hingga fase sunyi yang perlahan ditinggalkan.
Koreografer muda, Tania Syahla Asha, tampil menghidupkan kembali cerita lama itu melalui komposisi gerak yang sarat makna.
Bagi Tania, tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan medium untuk menyampaikan refleksi sejarah yang melekat kuat dengan identitas Singkep.
“Tidak bisa memisahkan Singkep dari timah, karena keduanya tumbuh bersama. Karya ini bentuk refleksi, bukan sekadar pertunjukan,” ujarnya di sela kegiatan.
Melalui tarian tersebut, Tania juga menyisipkan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam.
Ia mengajak penonton untuk melihat, lingkungan bukan sekadar latar dari aktivitas manusia, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan itu sendiri.
Pesan itu mengalir halus lewat gerakan para penari.
Dari langkah yang tegas hingga gerak yang melambat, semuanya membentuk narasi tentang hubungan manusia, alam, dan sejarah.
Di hadapan panggung, ratusan penonton tampak larut dalam suasana.
Beberapa terlihat terdiam, mengikuti alur cerita yang disampaikan tanpa kata.
Ada pula yang mengaku merinding saat menyaksikan perpaduan gerak, musik, dan permainan cahaya yang begitu kuat.
Pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga meninggalkan ruang perenungan.
Di balik gemerlap masa lalu pertambangan timah, tersimpan cerita tentang perubahan, kehilangan, dan harapan.
Melalui “Tin From Singkep Island”, publik diajak mengingat sejarah tidak selalu menghadirkan kisah indah.
Namun dari perjalanan itulah, Singkep terus belajar, berdiri kembali, dan menata masa depan dengan lebih bijaksana.
(Tribunbatam.id/Febriyuanda)