AS Kepung Iran! Blokade Global AS Meluas, Kapal-kapal Iran Ditarget Guna Lumpuhkan Distribusi Energi
Lulu Adzizah F April 26, 2026 07:42 PM

- Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperluas blokade angkatan laut hingga ke skala global.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.

Dalam pernyataannya, Iran dituntut menerima kesepakatan atau menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat blokade.

Sebelum kebijakan diberlakukan, blokade awalnya berfokus di kawasan Teluk namun kini diperluas secara global.

Hegseth menegaskan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintas dari Selat Hormuz tanpa pengawasan Angkatan Laut AS.

Bahkan, Komando Pusat AS dilaporkan telah memaksa sedikitnya 34 kapal untuk berbalik arah sejak kebijakan ini diberlakukan.

Jenderal senior AS, Dan Caine, menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku tanpa pengecualian.

Kapal dari berbagai negara yang terhubung dengan Iran, baik menuju maupun berasal dari pelabuhan Iran, akan tetap dicegat.

Blokade diperluas untuk mengontrol seluruh jalur keluar-masuk logistik Iran, khususnya ekspor energi yang menjadi sumber utama pendapatan negara.

Selain itu, perluasan pengawasan hingga perairan internasional bertujuan untuk mencegah aktivitas penyelundupan dan distribusi ilegal.

Kapal yang dicurigai dapat langsung dicegat, diperiksa, bahkan dipaksa berbalik arah jika melanggar ketentuan blokade.

Di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran, peluang diplomasi masih terbuka.

Hal ini ditandai dengan digelarnya pembicaraan damai putaran kedua yang akan berlangsung di Pakistan pada Jumat (24/4/2026).

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan kembali ke Pakistan untuk melanjutkan dialog dengan pihak Iran.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Washington masih berupaya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka di tengah situasi yang memanas.

Namun, di sisi lain, Iran menunjukkan sikap yang berbeda.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggelar pertemuan langsung dengan delegasi Amerika Serikat.

Ia menyebut pertemuan yang dilakukan di Pakistan hanya akan melibatkan pejabat tinggi setempat, sebagai bagian dari upaya memperkuat jalur diplomasi tidak langsung.

Perbedaan pernyataan antara kedua negara semakin menegaskan bahwa komunikasi yang terjalin saat ini belum berada pada jalur yang sama.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi langsung antara Iran dan AS masih mengalami kebuntuan.

(Tribunnews.com / Namira)


#viralvideo #iran #selathormuz #donaldtrump

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.