TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Sejumlah senjata tajam berhasil disita Pemerintah Desa (Pemdes) Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Sulawesi Utara.
Itu merupakan hasil razia senjata tajam yang sengaja di lakukan.
Razia ini digelar di lokasi pertambangan emas hutan Garini, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Sabtu 26 April 2026.
Baca juga: Razia Sajam di PETI Garini Boltim, Pemdes Buyat Bersatu Temukan Parang hingga Senapan Angin
Sejumlah barang bukti senjata tajam tersebut diamankan.
Langkah tegas ini diambil sebagai respon cepat atas laporan warga yang merasa terancam dengan keberadaan sajam dan senjata rakitan di kawasan hutan Garini.
Operasi penertiban ini dipimpin langsung oleh Sangadi (Kepala Desa) Buyat Barat Ramadan Mamangge.
Ada pula Sangadi Buyat Satu Chandra Modeong dan Sangadi Buyat Induk Ulpin Modeong.
Razia ini juga melibatkan Camat Kotabunan Idrus Paputungan, Polsek Kotabunan dan Polres Boltim.
Sangadi Buyat Barat Ramadan Mamangge, menjelaskan bahwa operasi ini adalah bentuk deteksi dini untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayahnya.
“Penertiban ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terjadinya konflik,” kata dia via telepon, Minggu 26 April 2026.
Dalam penyisiran di lokasi Garini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Di antaranya, sajam jenis parang dan senjata rakitan berupa senapan angin.
Tak berhenti pada razia sesaat, pemerintah desa berkomitmen untuk memperketat pengawasan di kawasan perkebunan tersebut secara berkelanjutan.
Ramadan menegaskan bahwa pihaknya tengah merencanakan penguatan infrastruktur pengamanan.
“Kedepan kami akan mengupayakan membuat pos pemeriksaan,” tegas Ramadan.
Melalui langkah preventif ini, Pemdes Buyat Bersatu berharap tensi gangguan keamanan dapat ditekan secara signifikan.
Sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkebunan Garini. (NIE)