Sekolah Digital Warga: Perjuangan Perempuan dan Orang Muda Lindungi Hutan Bujang Raba
Mareza Sutan AJ April 26, 2026 11:49 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Aliansi Jurnalis Independen Jambi memperkuat gerakan pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Kabupaten Bungo melalui program Sekolah Digital Warga yang berlangsung pada Minggu hingga Selasa (26–28/4/2026).

Program ini mendapat dukungan dari Warsi Grant Management, sebuah kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan Walhi, Aksi, dan KKI Warsi.

Kegiatan ini menitikberatkan pada keterlibatan perempuan dan orang muda, dengan tujuan meningkatkan kemampuan digital agar masyarakat mampu menyusun narasi sesuai kebutuhan serta menjawab berbagai tantangan dalam menjaga kawasan hutan seluas 5.339 hektare di lanskap Bujang Raba.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan pelatihan yang mencakup narasi kedaulatan hutan, safety holistic, public speaking, storytelling, fotografi, videografi, podcast, hingga optimalisasi konten digital.

Sebanyak 20 peserta yang terlibat merupakan perempuan dan anak muda dari Dusun Sungai Telang, Dusun Lubuk Beringin, dan Dusun Laman Panjang.

Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan dan mandiri.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi untuk merumuskan strategi perlindungan hutan dari ancaman seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan eksploitasi berlebihan.

Ketua AJI Jambi, Suwandi, menekankan pentingnya agar kegiatan ini tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi mampu mendorong transformasi menuju aksi nyata di lapangan.

"Harus menjadi ruang perjuangan warga untuk bisa menyuarakan kondisi di lapangan dan memperkuat upaya perlindungan hutan di lanskap Bujang Raba," kata dia saat membuka kegiatan Sekolah Digital Warga di Hotel Batang Bungo, Minggu (26/4/2026).

Masyarakat lokal, tekan Wendy, harus menjadi pelaku utama dalam pengelolaan hutan agar keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan dapat tercapai.

"Karena di tangan kitalah hutan itu terjaga," jelasnya.

Melalui program Warsi Grant Management, AJI Jambi juga berupaya meningkatkan kemampuan perempuan dan generasi muda dalam memproduksi serta menyebarkan konten digital berupa foto, video, dan podcast.

Konten yang dihasilkan nantinya akan terhubung dengan QR Code Traceability untuk memperkenalkan produk kopi berkelanjutan, ekowisata, dan program pohon asuh.

Selain itu, peserta juga didorong untuk membuat konten yang mengangkat perlawanan terhadap aktivitas penambangan emas ilegal yang berpotensi merusak hutan dan mencemari sungai.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait narasi kedaulatan hutan, storytelling, public speaking, fotografi, videografi, podcast, safety holistic, serta optimalisasi konten digital dengan memanfaatkan teknologi seperti AI, OSINT, dan SEO. (*)

 

Baca juga: Belasan Kios dan Ratusan Lapak Pasar Bungur Bungo Terbakar Dini Hari Tadi

Baca juga: Bansos PKH dan Sembako Triwulan II Bulan April-Juni 2026, Begini Cara Cek via NIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.