TRIBUNNEWS.COM - Raudhah atau Raudhatul Jannah menjadi tujuan utama bagi para jemaah haji untuk beribadah selama tinggal di Madinah.
Raudhah adalah area kecil di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara mimbar Nabi Muhammad SAW dan makamnya.
Lokasi Ar-Raudhah dibedakan dengan karpet yang berwarna hijau, sedangkan lantai masjid yang lainnya berwarna merah.
Keistimewaan Raudhah dipercaya sebagai lokasi mustajab untuk doa-doa yang dipanjatkan, melakukan shalat sunnah, dan membaca Al-Qur'an.
Lantaran menjadi tujuan utama di Madinah, jemaah haji perlu mengetahui tentang tata cara mengunjungi Raudhah.
Dengan memahami tips ini, jemaah haji tidak lagi bingung dan bisa mengunjungi Raudhah dengan tertib.
Baca juga: Doa saat di Raudhah di Masjid Nabawi yang Bagaikan Kebun Surga
Agar dapat mengunjungi Raudhah, jemaah perlu mendaftarkan diri secara kolektif melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 daerah kerja (daker) Madinah.
Tujuannya, agar jemaah haji bisa mendapatkan tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah.
"Tim bimbingan ibadah (bimbad) bertanggung jawab untuk menginput seluruh data agar mendapatkan mendapatkan tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah," kata petugas bimbad di Sektor Bir Ali, Madinah, Agususanto.
"Itu adalah sistem kolektif, jadi akan dikontrol oleh sektor khusus dari Nabawi yang akan masuk rombongan," tambahnya.
Dalam satu lembar tasreh terdapat maksimal puluhan hingga maksimal 50 nama, tergantung kuota yang tersedia saat itu.
Sehingga setiap ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) harus berperan aktif memastikan semua jemaah yang di regu/kelompoknya terdata.
Setiap jemaah, kata Agus, mendapatkan kesempatan minimal satu kali memasuki Raudhah.
Waktu kunjungan akan diatur oleh petugas bimbad setiap sektor yang bekerja sama dengan bimbad per kloter.
Tujuannya, agar jadwal kunjungan ke Raudhah tidak berbenturan dengan kegiatan lain seperti ziarah di Kota Madinah.
"Jadi jemaah tinggal menunggu saja dan bersabar. Nanti ada jadwal masing-masing, dan Insya Allah jadwal ini akan diatur tidak bentrok dengan ziarah Kota Madinah," kata Agus.
Selain melakukan pendaftaran secara kolektif yang dikoordinir oleh tim bimbad, jemaah haji Indonesia juga bisa mendaftar secara mandiri via aplikasi Nusuk.
Aplikasi Nusuk bisa diunduh di telepon pintar masing-masing.
Tinggal masuk aplikasi dan klik 'Rawdah', nantinya jemaah haji tinggal memilih waktu yang tersedia untuk mengunjungi Raudhah.
Terdapat sejumlah waktu yang tersedia pada seperti saat pagi hari (fajir), siang (dhuhr), sore (asr, magrib), dan malam (isha).
Selengkapnya berikut mendaftar kunjungan ke Raudhah secara mandiri melalui aplikasi Nusuk:
(Tribunnews.com/Sri Juliati)