Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNJABAR.ID,TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya mencatat ada 83 kejadian selama tiga bulan sejak awal tahun 2026.
Hal ini diungkap Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, usai apel peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Minggu (26/4/2026).
"Selama tiga bulan kemarin kami mencatat kurang lebih 83 kejadian sampai bulan Maret, dan mayoritas banjir karena cuaca ekstrem," jelas Viman.
Adapun untuk dampak banjir yang paling terparah yakni meluapnya sungai Cikalang, sampai merendam rumah warga di dua RT di wilayah Tawang.
"Dampak terbesar ada di Cikalang pesantren, memang banjir sejak lama, tapi tidak pernah ada penyelesaiannya, dan hari ini kita sudah melakukan beberapa upaya supaya tidak ada luapan ke rumah warga," ungkap Viman.
Baca juga: BPBD Pangandaran Lakukan Mitigasi Gempa, Tsunami, dan Megathrust, Libatkan Pramuka
Viman menyebut, pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong dan mencarikan solusi terkait bencana yang melanda wilayah Tasikmalaya kota.
"Mau anggaran besar pun kalau tidak ada gerak bersama, sama saja, tapi untuk tahun ini meski kecil anggaran kita lakukan kolaborasi dan buktikan untuk melahirkan solusi agar Tasik aman dari bencana," pungkasnya.
Ia mengaku perbaikan di pintu air Cimindi Cikalang sudah ada solusi hingga dilakukan pembongkaran di pintu air dan normalisasi.
"Pemkot tidak bisa sendiri, anggaran yang besar, program yang baik kalau tidak ada kolaborasi itu kita tidak bisa apapun, karena banjir itu utamanya adalah sampah, dan penyempitan jalur, bahkan saya pernah liat eksen LH, BPBD, petugasnya sampai menemukan kasur juga di saluran air," tuturnya.
Pihaknya sudah diskusi dengan beberapa dinas, dan perlu harus adanya rekayasa di jembatan dekat RSUD dr Soekardjo yang kerap mengalami luapan air.
"Perlu ada rekayasa supaya volume air tidak kembali besar lagi dengan kolaborasi lintas sektoral sangat diperlukan," ungkap Viman. (*)