Anggaran Aplikasi BGN Rp5,7 M Disorot, Harta Kepala BGN Dadan Hindayana Tembus Rp9 Miliar
Evan Saputra April 27, 2026 01:03 AM

BANGKAPOS.COM - Di tengah sorotan publik atas anggaran fantastis pengadaan lisensi aplikasi rapat daring Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp5,7 miliar, profil finansial sang pimpinan turut menjadi pusat perhatian. Kepala BGN, Dadan Hindayana, tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp9,02 miliar berdasarkan LHKPN terakhirnya. 

Sementara Dadan berdalih anggaran miliaran tersebut krusial untuk koordinasi massal Program Makan Bergizi Gratis, koleksi aset pribadinya yang didominasi tanah dan bangunan di Bogor senilai Rp5,9 miliar kini tak luput dari pantauan masyarakat.

Berikut ulasan lengkapnya

Kepala BGN Dadan Hindayana buka suara soal anggaran aplikasi rapat daring yang anggarannya Rp5,7 miliar.

Adapun anggaran pengadaan lisensi aplikasi rapat daring milik Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik.

Baca juga: Tabel KUR BRI April 2026: Pinjaman Rp 3 Juta - Rp 500 Juta Segini Angsurannya per Bulan

Nilai anggaran disebut mencapai angka fantastis Rp 5,7 miliar atau sekitar Rp 633 juta per paket.

Kepala BGN Dadan Hindayana pun buka suara terkait hal tersebut.

"Layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis yang membutuhkan koordinasi luas, penyampaian arahan teknis secara seragam,

serta edukasi kepada berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah," jelas Dadan dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026), dikutip dari Kompas.com.

Menurut Dadan, layanan video conference tersebut merupakan sistem enterprise terpusat yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN.

Kapasitasnya sekitar 5.000 pengguna aktif dan kemampuan menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual.

Dadan menyebut, layanan tersebut digunakan oleh seluruh struktur organisasi BGN, mulai dari pimpinan tinggi madya (setara eselon I), pimpinan tinggi pratama (setara eselon II),

pejabat administrator (setara eselon III), hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.

Layanan video conference digunakan untuk berbagai kebutuhan program MBG, antara lain rapat koordinasi nasional dan daerah, sosialisasi kebijakan, penyampaian pedoman teknis, bimbingan teknis bagi pelaksana, forum evaluasi program, serta kegiatan edukasi publik.

Dengan dukungan kapasitas besar tersebut, kata Dadan, pihaknya dapat menjangkau hingga puluhan ribu peserta dalam satu waktu.

"Kami ingin memastikan bahwa pesan, arahan, dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima secara utuh oleh pelaksana di berbagai daerah.

Kebutuhan ini sebagai bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas pelaksanaan program," kata dia.

Dadan menjelaskan pelaksanaan program makan bergizi tidak hanya bergantung pada distribusi layanan di lapangan.

Namun juga pada kemampuan BGN memastikan seluruh pelaksana memahami arahan, pedoman dan standar pelaksanaan yang sama.

Karena itu, sarana komunikasi digital dengan kapasitas besar diperlukan untuk menjaga keselarasan informasi di seluruh jenjang pelaksanaan program.

"Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program," ujarnya

Harta Kekayaan Capai Rp9 Miliar

Berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi per 14 Maret 2025, total kekayaan Dadan Hindayana tercatat mencapai sekitar Rp9,02 miliar.

Mayoritas hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan di wilayah Bogor dengan nilai mencapai Rp5,9 miliar. Selain itu, ia juga memiliki sejumlah kendaraan dan aset lainnya.

Rincian singkat kekayaan:

Tanah & bangunan: Rp5,9 miliar

Kendaraan: Rp1,4 miliar (termasuk Mazda CX-5 2023, Honda HR-V 2024, Mazda CX-3 2023)

Harta bergerak lainnya: Rp322,4 juta

Kas & setara kas: Rp1,4 miliar

Total: Rp9.022.400.000

(Tribunnews/kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.