SURYA.CO.ID - Menjadi haji yang mabrur adalah impian tertinggi bagi setiap muslim yang berangkat ke Tanah Suci.
Predikat mabrur bukan sekadar gelar, melainkan simbol diterimanya ibadah haji oleh Allah SWT yang berbalas surga.
Dalam rangkaian ibadah haji, para jemaah dianjurkan untuk terus memanjatkan doa agar seluruh prosesi yang dijalani membawa keberkahan dan transformasi diri ke arah yang lebih baik.
Dalam bahasa Aran, mabrur berasal dari kata al-birru yang berarti kebaikan atau kebajikan.
Haji mabrur adalah haji yang pelaksanaannya sesuai dengan petunjuk syariat, dijalankan dengan ikhlas, serta menggunakan harta yang halal.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
"Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga."
Baca juga: Bacaan Doa Walimatussafar Haji Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Bagi para jemaah maupun keluarga yang mendoakan dari tanah air, berikut adalah doa yang sering dipanjatkan agar mendapatkan predikat haji mabrur:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ
Teks Latin: Allahummaj’al hajjan mabrura, wa sa’yan masykura, wa dzanban maghfura, wa ‘amalan shalihan maqbula, wa tijaratan lan tabur.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji ini sebagai haji yang mabrur, sa'i yang penuh syukur, dosa yang terampuni, amal saleh yang diterima, dan perdagangan yang tidak akan merugi."
Para ulama menyebutkan bahwa tanda diterimanya haji seseorang dapat dilihat setelah ia kembali ke tanah air. Setidaknya ada tiga indikator utama yang merujuk pada hadis Nabi: