Labbaik Allahumma Labbaik: Makna, Bacaan Arab, dan Keutamaan Kalimat Talbiyah
Pipit Maulidya April 27, 2026 01:04 AM

 

SURYA.CO.ID - Kalimat Labbaik Allahumma Labbaik selalu bergema di tanah suci setiap kali musim Haji dan Umroh tiba.

Kalimat yang dikenal sebagai bacaan Talbiyah ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan simbol kepasrahan dan jawaban seorang hamba atas panggilan Sang Pencipta, Allah SWT.

Bagi umat Muslim yang sedang melaksanakan rukun Islam kelima, melantunkan Talbiyah adalah salah satu syiar terpenting sejak mulai berihram hingga melempar Jumrah atau memulai Tawaf.

Bacaan Talbiyah Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut adalah bacaan Talbiyah sesuai sunnah Rasulullah SAW yang sering dilantunkan oleh para jemaah, dikutip dari laman Kemenag RI:

لَبَّيْكَ اللهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Teks Latin: Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulka laa syariika laka.

Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Baca juga: Bacaan Doa Walimatussafar Haji Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Makna Labbaik Allahumma Labbaik

Secara bahasa, Labbaik berasal dari kata Al-Iqamah yang berarti menetap atau bertahan.

Mengucapkan kalimat ini berarti seorang hamba menyatakan "Aku tetap teguh dalam ketaatan kepada-Mu, ya Allah."

Ada beberapa poin utama di balik makna Talbiyah:

1. Jawaban Atas Panggilan Nabi Ibrahim AS: Menurut sejarah Islam, ketika Nabi Ibrahim selesai membangun Ka’bah, Allah memerintahkannya untuk memanggil manusia melakukan haji. Kalimat Talbiyah adalah jawaban dari ruh manusia atas panggilan tersebut.

2. Pernyataan Tauhid: Kalimat "laa syariika laka" (tidak ada sekutu bagi-Mu) menegaskan bahwa ibadah Haji dan Umroh semata-mata dilakukan hanya untuk Allah SWT, jauh dari kemusyrikan atau pamer (riya).

3. Pengakuan Atas Nikmat: Dengan menyebut "Innal hamda wan ni'mata", jemaah menyadari bahwa kesempatan menginjakkan kaki di tanah suci adalah nikmat terbesar yang wajib disyukuri.

Kapan Talbiyah Mulai Dikumandangkan?

Berdasarkan tuntunan syariat, jemaah Haji dan Umroh mulai melantunkan Talbiyah setelah berniat ihram di Miqat.

  • Jemaah Umroh: Disunnahkan terus membaca Talbiyah sampai hendak memulai Tawaf.
  • Jemaah Haji: Disunnahkan membacanya sejak ihram hingga saat melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  • Bagi laki-laki, disunnahkan untuk mengeraskan suara saat membaca Talbiyah, sementara bagi perempuan cukup terdengar oleh dirinya sendiri.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa tidaklah seorang Muslim membaca Talbiyah kecuali bebatuan, pepohonan, dan tanah di sebelah kanan dan kirinya akan ikut bertalbiyah bersamanya hingga ujung bumi.

Baca juga: Kisah Kakek 90 Tahun di Lumajang Naik Haji: Dari Merumput ke Tanah Suci

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.