Selamat dari Insiden Penembakan, Donald Trump Sampaikan Pernyataan : Itu Tak Akan Halangi Saya
Naufal Fauzy April 27, 2026 01:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan usai insiden penembakan yang terjadi.

Insiden penembakan itu diketahui terjadi ketika Trump menghadiri jamuan makan malam di Washington DC, AS pada Sabtu (25/4/2026).

Trump berhasil selamat dalam insiden penembakan saat makan malam tersebut.

Insiden itu, kata Trump, tidak akan menghalangi niatnya untuk memenangkan perang dengan Iran.

Walaupun dia mengatakan bahwa dia belum tahu pasti apakah penembakan itu berkaitan dengan perang Iran atau tidak.

“Itu tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir begitu, berdasarkan apa yang kita ketahui,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Terkait konflik dengan Iran, Donald Trump telah membatalkan kunjungan yang direncanakan oleh para pejabat Amerika ke Pakistan.

Ini secara efektif menghentikan putaran kedua pembicaraan tidak langsung dengan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, ia menolak perjalanan itu karena menganggap hal itu tak perlu.

Dia mengatakan kalau perjalanan 18 jam tidak sepadan mengingat apa yang ia gambarkan sebagai posisi tawar Washington yang kuat.

Ia menambahkan bahwa timnya telah bersiap untuk pergi, tetapi ia memutuskan bahwa kunjungan tersebut tidak akan produktif.

Trump berpendapat bahwa AS memegang kendali dan Teheran seharusnya mengambil inisiatif daripada mengharapkan pejabat Amerika untuk melakukan perjalanan

Kunjungan yang dibatalkan tersebut seharusnya dihadiri oleh utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang akan bertemu dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan. 

Langkah ini diambil tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Kasus Penembakan

Diketahui, pelaku penembakan ini diketahui bernama Cole Thomas Allen (31), warga Torrance, California. 

Menurut sumber penegak hukum kepada CBS News, Allen diduga memiliki niat untuk menembak pejabat dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. 

Insiden terjadi di luar ballroom Washington Hilton, lokasi berlangsungnya jamuan makan malam. 

Saat kejadian, Trump dan Ibu Negara Melania Trump berhasil dievakuasi dengan selamat, dan tidak ada tamu yang mengalami luka serius. 

Meski demikian, seorang agen Secret Service sempat terkena tembakan. 

Beruntung, ia selamat karena mengenakan rompi antipeluru. 

Sumber penegak hukum menyebutkan, pelaku melepaskan setidaknya 5-8 kali tembakan dalam insiden tersebut. 

Kepala sementara Kepolisian Metropolitan Washington DC, Jeffery Carroll, mengatakan pelaku membawa sejumlah senjata saat berusaha menerobos pos pemeriksaan keamanan. 

Senjata tersebut meliputi senapan laras panjang, pistol, serta beberapa pisau. 

Pelaku berhasil dihentikan oleh aparat dan ditangkap di lokasi kejadian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.