Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Pemkab Mojokerto menargetkan setiap tahun minimal dua desa terbentuk menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).
Pembentukan Destana ini sebagai bentuk perhatian Pemda untuk lebih menyiapkan Pemdes dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam di Bumi Majapahit .
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, pembentukan Destana bertujuan agar desa dan masyarakatnya lebih sigap dalam menghadapi potensi bencana.
Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Minggu 26 April 2026, Gresik Jombang Pasuruan Mojokerto Hujan Ringan
"Jadi memang Pemkab Mojokerto mengusahakan ada minimal 2 Desa Tangguh Bencana," ucap Rinaldi, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, berdasarkan Undang-undang Tahun 2027 tentang penanggulangan bencana landasan tertinggi berada di masyarakat.
Pembentukan Destana, juga sesuai dengan peraturan BNPB Nomor 7 tahun 2025 tentang Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).
Artinya, desa serta Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat dipersiapkan supaya lebih tangguh dan lebih paham bagaimana caranya menghadapi bencana.
"Sehingga bisa lebih mandiri menghadapi setiap potensi bencana," jelas Kalaksa Rinaldi.
Dikatakan Rinaldi, pembentukan Destana difokuskan pada desa yang masuk dalam peta daerah rawan bencana di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Destana dibentuk di Desa Jumeneng, Desa Mojoanyar dan Tinggarbuntut Kecamatan Bangsal.
Baca juga: Aksi Arogan Wanita di Mojokerto yang Tonyor Anak Kecil Kini Resmi Ditahan, Ini Pertimbangan Polisi
"Jadi ini kolaboratif sifatnya, karena kebetulan dua desa ini, kemarin terjadi bencana saat Hari Raya Idul Fitri yaitu banjir akibat tanggul jebol Sungai Sadar," bebernya.
Rinaldi menambahkan, pihaknya berharap Destana dibentuk di setiap desa.
"Tahun 2026 ini Insya Allah ada 4 desa yang akan dilatih untuk menjadi Destana," pungkasnya.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim menambahkan, desa tangguh bencana dilatih menghadapi risiko bencana, penguatan kapasitas, pemberian informasi dan lainnya kepada masyarakat.
"Harapannya supaya Desa Jumeneng, Desa Tinggarbuntut lebih tangguh lagi menghadapi risiko bencana," tukasnya.